BRIEF.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga segera melaporkan jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran meluas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan pemerintah bersama berbagai unsur di lapangan.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian dan lembaga terkait,” tutur Berton dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Menurut Berton, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting untuk mencegah kebakaran berkembang semakin luas. Karena itu, warga diminta segera melapor ketika menemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla,” katanya.
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Langkah pencegahan dinilai penting sebelum api semakin sulit dikendalikan.
Tak hanya ancaman kebakaran, BNPB menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Asap dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga di wilayah terdampak.
Maka dari itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara terdampak asap. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, diharapkan menggunakan masker,” ujar Berton.
BNPB menyediakan saluran pelaporan bagi masyarakat yang menemukan potensi bahaya maupun titik api. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui layanan darurat BNPB di nomor 117.
Masyarakat diharapkan memberikan informasi secepat mungkin ketika menemukan titik api. Respons lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran berkembang dan berdampak lebih luas.
Di sisi lain, BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi mengenai karhutla yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Penanganan karhutla saat ini dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian dan lembaga terkait.
Berton memastikan pemerintah akan terus melakukan pengendalian karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.
“Pemerintah akan terus bekerja untuk mengendalikan karhutla, melindungi masyarakat, dan mencegah dampak semakin luas,” tutup Berton. (ayb)


