BRIEF.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan meminjamkan 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) kepada perusahaan-perusahaan energi, sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi dan menstabilkan pasar minyak yang terdampak konflik AS-Israel dengan Iran.
SPR merupakan cadangan minyak darurat milik pemerintah AS yang disimpan di gua-gua garam bawah tanah di wilayah Texas dan Louisiana.
Sembilan perusahaan yang memperoleh pinjaman, di antaranya Exxon Mobil, Trafigura, dan Marathon Petroleum Company. Ketiga perusahaan itu meminjam sekitar 58% dari 92,5 juta barel yang ditawarkan Departemen Energi AS untuk dipinjamkan bulan lalu.
Departemen Energi telah meminjamkan sekitar 80 juta barel dari SPR pada awal musim semi ini dan bertujuan untuk melepaskan total 172 juta barel. Jumlah itu merupakan komitmen AS berdasarkan perjanjian Maret bersama lebih dari 30 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepaskan sekitar 400 juta barel secara global.
Pelepasan terkoordinasi ini bertujuan untuk mengatasi kenaikan harga minyak dan bahan bakar menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sebuah jalur yang biasanya menangani sekitar 20% transportasi minyak global setiap harinya.
Fatih Birol, kepala IEA, menggambarkan perang ini sebagai krisis energi terbesar yang pernah terjadi. Pada 7 Mei 2026, Birol menyatakan bahwa IEA siap untuk melepaskan minyak tambahan dari cadangan strategis jika gangguan pasokan akibat konflik terus berlanjut. Negara-negara anggota telah melepaskan 20% dari cadangan yang tersedia sejauh ini, menurut Birol. (nov)


