AS-Iran Berdamai, Harga Emas Melonjak

BRIEF.ID – Harga emas melonjak lebih dari 2%, pada perdahangan  Senin (15/6/2026) setelah AS dan Iran sepakat berdamai untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Selain itu,  harga minyak anjlok dan meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

Harga emas di pasar spot naik 2,2% menjadi US$ 4.311,64 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS yang berakhir pada Agustus juga naik 2,2% menjadi US$ 4.332,75.

Kenaikan ini memperpanjang pemulihan dari titik terendah pada beberapa pekan lalu yang mendekati US$ 4.000 per troy ons.

Kalangan  pejabat AS dan Iran mengatakan pada  Minggu (14/6/2026) bahwa  telah dicapai kerangka kerja perdamaian yang akan menghentikan permusuhan, mengakhiri blokade AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak global.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan perjanjian tersebut akan ditandatangani secara resmi di Swiss, pada Jumat (19/6/2026).

Pengumuman itu juga memicu penurunan tajam harga minyak mentah, dengan minyak mentah Brent turun lebih dari 4% menjadi sekitar US$ 84 per barel karena para pedagang memperkirakan kembalinya aliran minyak dari Teluk dan berkurangnya risiko gangguan pasokan.

Dolar AS juga jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama. Indeks Dolar AS terakhir turun 0,2%.

Emas telah berada di bawah tekanan sejak awal konflik  meskipun status tradisionalnya sebagai aset safe-haven. Perang telah mendorong harga minyak naik tajam, memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor untuk mengantisipasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Penetapan Pajak  

BRIEF.ID – Aktor sekaligus penyanyi Cha Eun Woo mengajukan...

Trump Tunda Serangan Baru, Ada Kesepakatan Akhiri Perang Iran

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim...

Penjualan Global BYD Naik 21,8% pada Juli 2026

BRIEF.ID – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, membukukan...

AS Larang Impor 43 Perusahaan Tiongkok Terkait Dugaan Kerja Paksa Uyghur

BRIEF.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menambahkan 43 perusahaan...