Akun Email Direktur FBI Kash Patel Diretas Kelompok Pro-Iran

BRIEF.ID – Sebuah kelompok peretas pro-Iran mengklaim telah meretas akun email pribadi dan dinia milik Direktur FBI Kash Patel dan memposting secara online foto-foto lama,  resume pekerjaan, dan dokumen pribadi lainnya.

“Kash Patel, kepala FBI saat ini, yang pernah melihat namanya terpampang dengan bangga di markas besar lembaga itu, sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban peretasan,” kata sebuah pesan yang diposting pada hari Jumat (27/3/2026).

Pesan tersebut disertai dengan kumpulan foto Patel, termasuk foto dirinya berdiri di samping mobil sport antik dan foto lainnya dengan cerutu di mulutnya. Kelompok Handala  juga mengatakan  menyediakan email dan dokumen lain dari akun Patel untuk diunduh. Banyak catatan itu tampaknya berkaitan dengan perjalanan dan bisnis pribadinya dari lebih dari 10 tahun lalu.

“FBI menyadari adanya pelaku jahat yang menargetkan informasi email pribadi Direktur Patel, dan kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi potensi risiko yang terkait dengan aktivitas ini.  Informasi yang dimaksud bersifat historis dan tidak melibatkan informasi pemerintah,” demikian pernyataan FBI.

Pernyataan FBI tidak menyebutkan identitas peretas yang diyakini bertanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan, tetapi mencatat bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump menawarkan hadiah hingga US$ 10 juta untuk informasi yang mengarah pada identifikasi anggota kelompok peretas Handala — sebuah entitas yang menurut FBI “sering menargetkan pejabat pemerintah AS.”

Tidak jelas kapan peretasan yang diklaim  Handala mungkin terjadi. Laporan berita dari Desember 2024, sebelum Patel dikonfirmasi sebagai direktur, mengatakan bahwa Patel telah diberitahu oleh FBI bahwa ia telah menjadi target sebagai bagian dari peretasan Iran.

Hanalila adalah kelompok peretas pro-Iran dan pro-Palestina yang awal bulan ini mengklaim bertanggung jawab atas gangguan sistem di Stryker, sebuah perusahaan teknologi medis yang berbasis di Michigan. Handala mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas dugaan serangan AS yang menewaskan anak-anak sekolah Iran. Mereka adalah contoh utama dari kelompok proksi yang melakukan serangan siber atas nama Iran. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PM-AAS Diklaim Pangkas Biaya Produksi dan Tingkatkan Pendapatan Petani

BRIEF.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat strategi menuju...

Perang Iran-Israel Ganggu Pasokan LNG Dunia, Harga Gas Industri Indonesia Berpotensi Naik

BRIEF.ID - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara...

Kegembiraan Rakyat Meksiko Sambut Piala Dunia 2026 Meredup di Wilayah Kekerasan Kartel

BRIEF.ID – Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi momen...

Seragam Piala Dunia 2026, Perpaduan Identitas Nasional, Teknologi, dan Kenyamanan Pemain

BRIEF.ID – Desain seragam di Piala Dunia bukan hanya...