BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026, di zona positif. Penguatan Wall Street didorong oleh rebound saham teknologi, penurunan harga minyak mentah, serta turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS.
Indeks teknologi Nasdaq Composite memimpin kenaikan dengan menguat sekitar 0,7%. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing naik sekitar 0,3%.
Kenaikan terjadi setelah saham-saham teknologi dan semikonduktor mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Saham Nvidia, yang menjadi salah satu barometer utama perkembangan industri kecerdasan buatan (AI), kembali menguat lebih dari 2% setelah mencatat penurunan selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan terbit pada Rabu. Kinerja perusahaan tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai keberlanjutan tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI dan menentukan arah saham-saham teknologi dalam jangka pendek.
Selain sektor teknologi, penurunan harga minyak turut memberikan sentimen positif. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 3,5% menjadi sekitar US$82 per barel, sedangkan Brent merosot sekitar 4,1% ke kisaran US$88 per barel.
Turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Pada saat yang sama, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke bawah 4,64%, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham.
Pasar juga menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan salah satu indikator inflasi utama dan menjadi perhatian penting bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Dari sisi perdagangan internasional, ketegangan antara Washington dan Ottawa turut menjadi perhatian. Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap sejumlah produk AS, dengan besaran tarif mencapai 50% untuk beberapa kategori barang. Meski demikian, perkembangan tersebut sejauh ini belum memberikan tekanan besar terhadap pasar saham AS.
Penguatan Wall Street pada Selasa dengan demikian mencerminkan kombinasi antara pemulihan saham teknologi, penurunan harga minyak dan yield obligasi. Namun, arah pasar berikutnya masih sangat bergantung pada laporan kinerja Nvidia serta data inflasi AS yang akan menjadi fokus utama investor dalam beberapa hari ke depan. (Investing.com/nov)


