BRIEF.ID – Harga Bitcoin bergerak stabil di atas level US$78.000 pada perdagangan Selasa (25/8/2026), setelah sempat menembus US$ 81.000 dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Penguatan terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat (AS) yang menekan nilai dolar AS dan mendorong aliran dana ke aset kripto.
Bitcoin tercatat berada di sekitar US$78.740,10 pada pukul 18.06 waktu Eastern Time atau pukul 04.06 WIB. Sebelumnya, harga mata uang kripto terbesar di dunia itu sempat menyentuh angka US$ 81.220,40. Data perdagangan juga menunjukkan Bitcoin mencapai kisaran US$81.220 pada perdagangan 25 Agustus.
Reli Bitcoin semakin kuat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan pasar, Bitcoin mencatat kenaikan lebih dari 22% dalam satu minggu, menjadi kinerja mingguan terbaiknya sejak Maret 2023. Kenaikan ini memperpanjang pemulihan setelah Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan cukup besar.
Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan Bitcoin adalah melemahnya dolar AS. Kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal pemerintah AS meningkat setelah Departemen Keuangan memperluas program pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Kebijakan tersebut bertujuan meredakan tekanan di pasar obligasi, tetapi pada saat yang sama memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pelemahan nilai dolar dalam jangka panjang.
Situasi ini mendorong apa yang disebut sebagai “debasement trade,” yakni strategi investor untuk mengalihkan sebagian dana ke aset yang dianggap dapat menjadi perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang. Bitcoin dan emas menjadi salah satu penerima manfaat dari arus dana tersebut.
Selain faktor makroekonomi, meningkatnya minat terhadap aset kripto juga didukung oleh optimisme terhadap regulasi industri kripto di Amerika Serikat serta meningkatnya arus dana ke produk investasi Bitcoin. Aktivitas tersebut membantu memperkuat sentimen positif di pasar aset digital.
Kenaikan tajam Bitcoin juga membuat investor mewaspadai potensi aksi ambil untung. Level US$80.000–US$82.000 kini menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena tekanan jual dapat meningkat apabila Bitcoin gagal mempertahankan momentum kenaikannya.
Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada arah dolar AS, kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat, serta perkembangan regulasi aset kripto. Jika sentimen terhadap dolar terus melemah dan aliran dana institusional tetap kuat, Bitcoin berpeluang mempertahankan tren positifnya. (Investing.com/The Wall Street Journal/nov)


