BRIEF.ID – Belajar bikin kopi a’la barista kini nggak harus selalu serius dan kaku. Sambil nge-chill, ngobrol, mencicipi kopi, sekaligus menambah skill baru, kegiatan Fun Barista dan Latte Art Class menjadi salah satu aktivitas kreatif yang menarik untuk berbagai kalangan.
Hal itu disampaikan Rini A. Djaffar, Founder Alayya’s Community, saat ditemui di Sriwedari Fest, salah satu area di pusat perbelanjaan Living World Denpasar, Bali, Selasa (25/8/2026).
Rini mengatakan, Alayya’s Community rutin menggelar berbagai kegiatan kreatif dan positif di Bali maupun Jakarta. Mulai dari belajar merangkai bunga, perfume class, Fun Barista, hingga berbagai aktivitas yang dikemas sebagai ruang untuk bersantai, berekspresi, sekaligus healing dengan cara yang produktif.
“Konsepnya memang dibuat fun. Jadi kita bisa belajar sesuatu yang baru sambil ngobrol, chill, dan ketemu orang-orang baru,” ujar Rini.
Pesertanya pun cukup beragam, mulai dari lintas generasi, wisatawan domestik hingga mancanegara yang sedang berlibur di Bali, maupun masyarakat yang memang berdomisili di sejumlah wilayah Bali.
Alayya’s Community merupakan komunitas pencinta bunga dan pegiat gastronomi yang kerap mengadakan kegiatan kreatif setiap pekan. Selain flower arrangement, komunitas ini juga menghadirkan berbagai workshop dan kelas yang memberikan pengalaman baru bagi para peserta.

Belajar Kopi dari Dasar
Dalam waktu dekat, Alayya’s Community akan kembali menghadirkan kegiatan Saturday Fun Barista dan Latte Art Class untuk pemula.
Kegiatan ini akan digelar pada Sabtu, 19 September 2026, bekerja sama dengan Kopi Se-Indonesia, yang berlokasi di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 51, Menteng, Jakarta.
Kelas ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengenal dunia kopi dan belajar meracik kopi ala barista dari dasar.
“Nge-chill sambil belajar bikin kopi itu santai dan seru,” kata Rini.
Sebelumnya, Alayya’s Community juga kerap berkolaborasi dengan Swiss-Belhotel Rainforest, Sunset Road, Kuta, Badung, Bali, untuk menggelar kegiatan Fun Barista dan Latte Art.
Menurut Rini, kelas ini tidak hanya cocok bagi orang yang ingin serius menekuni profesi barista. Bagi pemula yang sekadar ingin mencoba pengalaman baru, menambah wawasan, atau bahkan memiliki ketertarikan membuka bisnis kedai kopi maupun kafe, kegiatan ini juga bisa menjadi langkah awal.
Biaya kegiatan sudah mencakup materi dan praktik, menu makan siang, serta merchandise berupa apron.
“Gak mahal kok. Karena kita juga ingin peserta nyaman belajar dan menikmati prosesnya,” tutur Rini.
Ia menjelaskan, peserta nantinya tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mencicipi kopi yang dibuat sendiri.
Penyelenggara menyediakan menu makanan bagi peserta. Menurut Rini, hal tersebut penting terutama bagi peserta yang belum terbiasa mengonsumsi kopi.
“Belajar meracik kopi tentunya harus mencicipi kopi yang baru kita praktikkan. Jadi peserta juga disediakan makanan. Jangan sampai malah masuk angin atau asam lambung naik karena belum terbiasa minum kopi,” katanya sambil tertawa.
Bisnis Kopi
Rini melihat perkembangan industri kopi di Indonesia cukup pesat. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh bisnis kopi.
Menurut dia, belajar kopi bukan hanya soal membuat minuman dengan mesin espresso. Peserta juga dapat mengenal sejarah kopi, proses budidaya, karakter biji kopi, hingga berbagai resep dan teknik meracik kopi dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara lain.
“Tidak ada salahnya mencoba hal baru untuk menambah wawasan. Kalau ingin benar-benar expert di dunia perkopian dan menjadi barista handal, tentu butuh waktu, jam terbang dan sering praktik,” ujarnya.
Bagi mereka yang ingin lebih serius, kata Rini, perjalanan tersebut dapat dilanjutkan melalui akademi atau sekolah kopi yang tersedia di Indonesia maupun luar negeri.
Bajigur Latte a’la Rini
Obrolan kemudian ditutup dengan sajian unik Bajigur Latte racikan Rini.
“Ini Bajigur Latte ala saya,” ujar Rini sambil tertawa.
Ia menjelaskan, bajigur merupakan minuman khas Jawa Barat dan dikenal pula dalam tradisi kuliner masyarakat Sunda. Versi kekinian yang dibuatnya memadukan espresso dengan santan, sedikit gula aren, sirup beraroma daun pandan, kayu manis, dan kapulaga.
Minuman tersebut dapat disajikan panas maupun dingin menggunakan es batu.
“Rasanya bisa mengingatkan kita pada minuman tradisional, tapi dikemas dengan cara yang kekinian,” kata Rini.
Menurutnya, eksplorasi resep seperti inilah yang membuat dunia kopi menjadi menarik. Kekayaan kuliner Indonesia memberikan banyak inspirasi untuk menciptakan kreasi minuman baru.
“Bisa saja setiap daerah punya inspirasi minuman yang mirip. Misalnya di Sulawesi Selatan ada Sarabba. Di tempat lain juga mungkin ada minuman dengan karakter rempah yang serupa,” ujarnya.
Bagi Rini, kegiatan seperti Fun Barista bukan semata-mata soal kopi, tetapi juga tentang pengalaman, kreativitas, pertemanan, dan keberanian mencoba sesuatu yang baru.
“Yuk, kita ketemu, ngobrol seru lagi, belajar bareng, dan tentunya jangan lupa daftar,” katanya.
Saturday Fun Barista dan Latte Art Class akan digelar pada 19 September 2026 melalui kolaborasi Kopi Se-Indonesia dan Alayya’s Community.
Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui DM Instagram @alayya1s. (nov)


