BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup variatif pada perdagangan Senin (24/8/2026), seiring tekanan pada sektor teknologi dan semikonduktor. Investor juga mencermati meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada setelah pembicaraan dagang kedua negara mengalami kebuntuan.
Indeks Dow Jones Industrial Average menjadi satu-satunya indeks utama yang menguat, naik 0,3% atau 140,15 poin ke 53.417,16. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,3% menjadi 7.652,86, sedangkan Nasdaq Composite merosot lebih tajam, 0,8% ke 25.980,19.
Tekanan terbesar berasal dari saham teknologi dan perusahaan semikonduktor. Saham Nvidia turun sekitar 2,9% menjelang laporan kinerja yang akan dirilis Rabu (26/8/2026), sementara Micron dan Broadcom juga mengalami tekanan. Sejumlah saham terkait industri AI dan memori mengalami penurunan lebih dalam, mencerminkan kekhawatiran investor pada tingginya valuasi serta keberlanjutan investasi infrastruktur AI.
Sentimen pasar juga terbebani oleh memburuknya hubungan dagang AS-Kanada. Kegagalan perundingan perdagangan meningkatkan risiko perang tarif baru, setelah AS mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah produk Kanada dan Ottawa mengancam melakukan tindakan balasan. Dolar Kanada turut melemah akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek perdagangan kedua negara.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi sekitar 4,70% dari 4,74%, sementara penurunan harga minyak turut memberikan sedikit dukungan terhadap pasar obligasi. Investor juga menantikan sejumlah katalis penting pekan ini, termasuk laporan keuangan Nvidia, data inflasi AS, serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Pergerakan Wall Street menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang saham teknologi. Kinerja Nvidia dan data ekonomi AS pekan ini berpotensi menjadi penentu arah pasar berikutnya, sementara perkembangan konflik dagang AS-Kanada dapat menambah volatilitas pasar. (AP/nov)


