Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi US$ 423,8 Miliar Pada November 2025

BRIEF.ID – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, pada periode November 2025 menurun, yaitu sebesar  US$ 423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan  Oktober 2025, yang mencapai US$ 424,9 miliar.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan,  secara tahunan (Year-on-year/yoy), ULN Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 0,2% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,5% (yoy). Hal ini  dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik.

Selain itu, posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar US$ 209,8 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 210,5 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat dari 4,7% (yoy) pada Oktober 2025 menjadi 3,3% (yoy) pada bulan November 2025.

“Perkembangan posisi ULN pemerintah, terutama dipengaruhi  pergerakan kepemilikan surat berharga negara seiring dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Ramdan dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Sabtu (17/1/2026).

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN tetap dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,2% dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,7%), Jasa Pendidikan (16,4%), Konstruksi (11,7%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6%). Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

ULN swasta juga menurun. Posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,2 miliar dolar AS pada November 2025, menurun dibandingkan dengan posisi Oktober 2025 sebesar US$ 191,7 miliar.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,5% (yoy). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh lebih rendahnya kontraksi ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang tercatat sebesar 0,4% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5% terhadap total ULN swasta.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% pada November 2025, dari 29,4% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,1% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional  berkelanjutan,  dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Gaji Petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

BRIEF.ID – Pemerintah  akan menggaji para petani melalui skema...

IST Entertainment Luncurkan Boy Group Baru TUNNEX, Maret 2026

BRIEF.ID –  IST Entertainment akan meluncurkan boy group baru...

Rapper Gaeko Dynamic Duo Bagikan Kabar Perceraian

BRIEF.ID –Rapper Kim Yoon-sung, yang lebih dikenal sebagai Gaeko,...

Tidak Dukung AS Kuasai Greenland, Trump Isyaratkan Berlakukan Tarif Obat-obatan

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada...