BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membunyikan bel pembukaan perdagangan Bursa Saham New York, Wall Street dari Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) waktu setempat.
Apa yang dilakukan Trump merupakan sebuah langkah simbolis yang mencerminkan semakin besarnya penekanan pemerintahannya terhadap kinerja pasar saham sebagai indikator keberhasilan ekonomi.
“Harga saham akan naik — saya pikir pasar akan meroket,” kata Trump setelah secara resmi meluncurkan dimulainya perdagangan, dilansir dari Associated Press, Selasa (7/7/2026).
Aksi di Ruang Oval dilakukan ketika Trump berupaya mengaitkan kepemimpinannya dengan penguatan pasar keuangan.
Presiden dari Partai Republik itu mendorong warga Amerika untuk lebih memperhatikan nilai investasi dana pensiun 401(k), seraya menyatakan bahwa kebijakan ekonomi pemerintahannya telah berkontribusi terhadap kenaikan nilai aset dan keuntungan investor.
Nilai investasi dana pensiun 401(k) adalah nilai tabungan pensiun yang diinvestasikan melalui program 401(k), sebuah program tabungan pensiun yang disponsori oleh pemberi kerja di Amerika Serikat.
Trump semakin menjadikan pasar saham sebagai bagian dari pesan politiknya menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026. Gedung Putih berharap penguatan indeks saham dapat memperkuat klaim bahwa agenda ekonomi pemerintah telah meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan manfaat bagi masyarakat yang berinvestasi di pasar keuangan.
Meski demikian, inflasi yang masih relatif tinggi tetap menjadi tantangan bagi pemerintahan Trump. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terus membebani rumah tangga Amerika dan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden, sehingga para analis menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan masih akan menjadi isu utama dalam pemilihan mendatang. (nov)


