BRIEF.ID – Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Microsoft memangkas sekitar 4.800 pekerja di seluruh dunia dalam gelombang restrukturisasi terbaru, sementara divisi gim Xbox menghadapi perombakan terbesar pada beberapa tahun terakhir, seiring perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan mengalihkan investasi ke bidang kecerdasan buatan (AI).
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mewakili sekitar 2% dari tenaga kerja Microsoft di seluruh dunia, merupakan bagian dari langkah perusahaan itu menekan biaya dan menyederhanakan struktur organisasi di tengah meningkatnya belanja infrastruktur AI.
“Bisnis kami berubah karena dunia di sekitarnya juga berubah,” tulis Amy Coleman, wakil presiden eksekutif Microsoft, dalam sebuah memo kepada para karyawan, dilansir Euronews.com, Selasa (7/7/2026).
Coleman mengatakan, PHK sebagian besar terjadi di bisnis komersial Microsoft dan Xbox. Karyawan yang terkena PHK tidak akan digantikan oleh AI, meskipun otomatisasi mengubah pekerjaan di dalam perusahaan.
Di Xbox, CEO Asha Sharma mengumumkan bahwa 3.200 posisi akan dihentikan pada tahun fiskal berikutnya, dengan 1.600 PHK langsung.
“Bisnis kami saat ini tidak sehat,” tulis Sharma dalam email yang dikirim kepada karyawan pada Senin (6/7/2026), menekankan bahwa perusahaan beroperasi dengan margin yang tiga hingga sepuluh kali lebih rendah daripada platform lain.
Restrukturisasi juga berdampak pada unit gim perusahaan, termasuk sejumlah studio dan proyek pengembangan yang ditinjau ulang sebagai bagian dari penyesuaian strategi bisnis.
Divisi Xbox menjadi salah satu unit yang paling terdampak dalam putaran efisiensi ini. Perusahaan berupaya memfokuskan sumber daya pada proyek-proyek yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, setelah menyelesaikan akuisisi besar di industri gim dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah tersebut mencerminkan tren yang lebih luas di sektor teknologi, di mana perusahaan-perusahaan besar terus menata ulang tenaga kerja dan mengalihkan investasi untuk memperkuat kemampuan di bidang AI. Meski demikian, Microsoft tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja keuangan terkuat di industri teknologi, didukung pertumbuhan bisnis komputasi awan dan layanan berbasis kecerdasan buatan. (nov)


