BRIEF.ID – Komisi Eropa menyerukan prinsip keadilan dan transparansi menyusul keputusan kontroversial FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, setelah adanya intervensi pribadi Presiden AS Donald Trump.
Keputusan FIFA itu memicu perdebatan mengenai independensi badan sepak bola dunia dalam menangani persoalan disiplin. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah tekanan politik telah memengaruhi proses pengambilan keputusan yang seharusnya dilakukan secara independen berdasarkan regulasi pertandingan.
“Kami menghormati otonomi olahraga. Kami menghormati hak federasi olahraga untuk memutuskan kriteria di mana para peserta berkompetisi. Dan, setiap keputusan jelas harus dibuat berdasarkan serangkaian kriteria objektif dan transparan. Kami mendukung prinsip permainan yang adil dan kompetisi yang transparan,” kata ,” kata juru bicara Komisi Eropa Eva Hrncirova dikutip dari Euronews.com, Selasa (7/7/2026).
Komisi Eropa, kata Hrncirova, menyatakan bahwa seluruh keputusan yang memengaruhi integritas kompetisi olahraga internasional harus dibuat secara adil, transparan, dan bebas dari campur tangan politik. Menurut lembaga tersebut, kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan turnamen bergantung pada konsistensi penerapan aturan kepada semua peserta.
Kontroversi muncul setelah Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi Presiden FIFA dan meminta agar hukuman kartu merah terhadap Balogun ditinjau kembali. FIFA kemudian membatalkan sanksi tersebut sehingga penyerang AS itu dapat kembali bermain pada pertandingan berikutnya, memicu kritik dari sejumlah pihak yang menilai keputusan tersebut berpotensi mencederai prinsip kesetaraan dalam kompetisi. (nov)


