Survei SMRC: Dedi Mulyadi Salip Prabowo dalam Simulasi Capres, Elektabilitas Tembus 35 Persen

BRIEF.ID – Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan dinamika baru. Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah mencatat elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dalam simulasi semi terbuka calon presiden, melampaui Presiden Prabowo Subianto.

Dalam survei nasional yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026, Dedi Mulyadi memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 35 persen. Angka itu unggul cukup jauh dibanding Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Sementara itu, Anies Baswedan menempati urutan ketiga dengan 8,2 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka sebesar 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. Adapun responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab tercatat mencapai 12,8 persen.

Temuan tersebut diperoleh melalui simulasi semi terbuka yang menyajikan 20 nama tokoh nasional kepada responden.

Tak hanya memimpin hasil survei terbaru, tren elektabilitas Dedi Mulyadi juga telah menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam sembilan bulan terakhir.

Berdasarkan data resmi SMRC, dukungan terhadap Dedi meningkat dari 19,7 persen pada survei November 2025 menjadi 23,3 persen pada bulan Februari-Maret 2026, kemudian kembali melonjak hingga 35 persen pada Juli 2026.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo mengalami tren penurunan yang cukup tajam. Pada November 2025, tingkat keterpilihan Prabowo masih berada di angka 34,9 persen, turun menjadi 33,3 persen pada Februari-Maret 2026, lalu merosot menjadi 14,5 persen pada survei terbaru Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan perubahan itu menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa bulan terakhir.

“Dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi kini memperoleh dukungan tertinggi sebesar 35 persen. Sementara dalam periode sembilan bulan terakhir, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan cukup signifikan, sedangkan elektabilitas Dedi Mulyadi justru meningkat,” tutur Deni dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurutnya, perubahan tingkat elektabilitas itu merupakan bagian dari dinamika politik yang dipengaruhi oleh penilaian publik terhadap berbagai kondisi nasional dan kinerja pemerintahan.

Survei nasional SMRC dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih.

Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui sambungan telepon, sementara 144 responden lainnya diwawancarai secara tatap muka untuk mengakomodasi pemilih yang tidak memiliki telepon seluler.

Survei menggunakan metode double sampling untuk responden pengguna telepon seluler dan stratified multistage random sampling bagi responden nonpengguna telepon. Pada tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Survei SMRC: Prabowo Subianto Bakal Kalah Telak jika Bertemu Dedi Mulyadi di Pilpres 2029

BRIEF.ID – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membeberkan...

Darmadi Durianto Minta Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Desain Program KDMP

BRIEF.ID – Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto meminta...

LPDB Koperasi Perketat Tata Kelola Pembiayaan, Gandeng 12 KJPP Perkuat Penilaian Aset

BRIEF.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengambil...

IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 6.091,39

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan...