Rupiah Merosot Imbas Pemangkasan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot pada perdagangan hari ini, Kamis (19/9/2024). Pelemahanan rupiah merupakan imbas pemangkasan suku bunga The Fed.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah turun 0,05% atau 8 poin menjadi Rp15.343 per dolar AS, dari Rp15.335 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (18/9/2024).

Melemahnya rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS setelah Sidang Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan memangkas suku bunga The Fed sebesar 50 bps menjadi 4,75%-5,00% pada Rabu (18/9/2024) waktu setempat atau Kamis (19/9/2024) pagi WIB.

Pemangkasan suku bunga The Fed tersebut membuat indeks dolar AS langsung menguat di kisaran 101,40 dibandingkan 100,90 pada posisi sebelumnya. Pelaku pasar berekspetasi The Fed masih akan menurunkan suku bunga lagi menjelang akhir tahun.

Hal itu, juga diyakini akan membuat Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate untuk menstabilkan pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Pada Rabu (18/9/2024), BI menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6%. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga turun 25 bps menjadi masing-masing 5,25% dan 6,75%.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak dengan kecenderungan melemah, di kisaran Rp15.450 per dolar AS hingga Rp15.350 per dolar AS.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pelatih Korsel Mundur Setelah Gagal di Piala Dunia 2026

BRIEF.ID - Pelatih tim nasional Korea Selatan Hong Myung-bo...

Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana Rp281 Triliun di Bank BUMN hingga Akhir 2026

BRIEF.ID - Pemerintah memutuskan kembali menempatkan dana sebesar Rp281...

Harga Gas Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU, Bahlil: Demi Jaga Daya Saing dan Lapangan Kerja

BRIEF.ID - Pemerintah resmi memangkas harga gas alam cair...

Wagub Rano Karno: Pajak Daerah Penopang Utama PAD Jakarta

BRIEF.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan...