BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026 naik menjadi US$146,5 miliar.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hingga pukul 12:45 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di level Rp17.630 per dolar AS, menguat 0,06% atau 12 poin dibandingkan level Rp17.642 per dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah 0,02% atau 4 poin menjadi Rp17.646 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.642 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz antara AS dan Iran, sehingga memicu harga minyak dunia kembali melonjak.
Harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global melonjak ke level US$96,55 per barel, sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$91,92 per barel.
Pergerakan rupiah berbalik menguat seiring pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait posisi cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026, yang meningkat US$1,2 miliar menjadi US$146,5 miliar dibandingkan US$145,3 miliar pada Juli 2026.
Selain menjamin ketahanan eksternal, BI meyakini posisi cadangan devisa Indonesia yang memadai juga mendorong arus modal masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia seiring persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi cenderung menguat terbatas dengan bergerak di kisaran level Rp17.600 per dolar AS hingga Rp17.650 per dolar AS. (Jea)


