BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona merah imbas tekanan saham 4 bank besar yang dilepas investor.
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, Senin (7/9/2026), IHSG ditutup terkoreksi 0,12% atau 8,28 poin ke level 6.628. Sebelumnya pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat 0,24% atau 15,61 poin ke posisi 6.652.
Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau bergerak fluktuatif, dan berakhir di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 6.667, dan level terendah di 6.620.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 293 saham naik harga, 292 saham turun harga, dan 203 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 24,562 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.328.306 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,471 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual pada saham-saham sektor keuangan, khususnya saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
BBCA terpantau terkoreksi sebesar 1,49% atau Rp100 menjadi Rp6.600 per lembar, BMRI turun 0,90% atau Rp40 menjadi Rp4.380 per lembar, BBNI melemah 1,02% atau Rp40 menjadi Rp3.900 per lembar, dan BBRI merosot 1,47% atau Rp50 menjadi Rp3.340 per lembar.
Meski terkoreksi, secara teknikal IHSG masih berada dalam tren bullish, bahkan diprediksi menguji level psikologis 7.000 menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR).
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 6.600 hingga level resistance 6.700. (Jea)


