Rupiah Melemah Saat Tekanan Terhadap Dolar AS Berlanjut, Investor Cermati Rilis PDB Indonesia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah saat tekanan terhadap dolar  Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan hari ini, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,05% atau 9 poin menjadi Rp16.763 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,03% menjadi Rp16.765 per dolar AS. Hingga pukul 11 WIB, nilai tukar rupiah masih tertekan dan berada di level Rp16.772 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah terjadi justru di saat tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut. Indeks dolar AS pada sesi pagi ini menyusut 0,20% ke level 97,43.

Hal itu, nampaknya dipengaruhi sikap investor yang menahan diri, dan  mencermati rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV 2025, yang akan dipublikasikan Kamis (5/2/2026).

Konsensus pasar memperkirakan PDB Indonesia pada kuartal IV 2025  berada di angka 5% secara tahunan atau year-on-year (yoy), yang berarti tumbuh 1,43% dibandingkan kuartal IV 2024.

Meskipun sejumlah indikator ekonomi Indonesia positif, investor nampaknya masih bersikap hati-hati dengan sentimen domestik, sehingga cenderung menahan diri berinvestasi di pasar keuangan Indonesia.

Hal itu, terlihat dari arus modal keluar (capital outflow) yang masih terjadi di Pasar Surat Utang Negara (SUN), dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terbatas.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, diprediksi berada di kisaran level Rp16.700 per dolar AS hingga Rp16.850 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jokowi Sebut 34 Juta WNI Percaya Soal Ijazah Palsu

BRIEF.ID - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku...

Kapolri Tegaskan Penangkapan Listyo Sigit dkk terkait Kasus Penyadapan Murni Penegakan Hukum

BRIEF.ID - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akhirnya...

Seskab Teddy Menghilang Picu Tanda Tanya Publik

BRIEF.ID – Keberadaan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,47% di Kuartal III 2026, Kontributor Terbesar Konsumsi Rumah Tangga

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi...