BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari iin, Rabu (6/5/2026), menguat tipis dipicu penurunan harga minyak dunia seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,20% atau 34 poin menjadi Rp17.390 dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.424 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat 0,23% ke level Rp17.385 per dolar AS. Hingga pukul 12:00 WIB, penguatan rupiah perlahan terkikis dan berada di level Rp17.398 per dolar AS.
Penguatan rupiah tertolong penurunan harga minyak dunia, seiring sinyal berlanjutnya gencatan senjata antara AS dan Iran, dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak Brent di pasar Asia pada perdagangan hari ini terpangkas 1,38% ke level US$108,35 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,47% menjadi US$100,77 per barel.
Selain itu, penguatan rupiah juga mengikuti pergerakan mata uang Asia lainnya, yang mayoritas bergerak di zona positif, seiring melemahnya indeks dolar AS sebesar 0,17% ke level 98,28.
beberapa mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan, Baht Thailand, Dolar Taiwan, Peso Filipina, Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan Dolar Hong Kong.
Sentimen positif ini, mampu mendongkrak rupiah, dan meredam tekanan dari pasar surat utang Indonesia, seiring aksi jual yang masih dilancarkan investor.
Di pasar surat utang, aksi jual masih dilancarkan investor terhadap obligasi tenor jangka menengah dan panjang, sehingga memicu kenaikan imbal hasil 0,9 bps hingga 5,6 bps dengan rentang imbal hasil 6,78% hingga 6,85%.
Sebaliknya, surat utang tenor jangka pendek, yakni 1 tahun sampai 2 tahun, masih mencatatkan aksi beli dengan penurunan imbal hasil 0,2 bps ke 6,35% untuk tenor 1 tahun, dan 3 bps ke 6,35% untuk tenor 2 tahun.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi menguat terbatas dan bergerak di kisaran level Rp17.370 per dolar AS hingga Rp17.420 per dolar AS. (jea)


