BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah, kembali menyentuh level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026), imbas defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2026.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,18% ke level Rp17.702 per dolar AS. Sementara di pasar spot, kurs rupiah melemah 0,28% ke level Rp17.717 per dolar AS.
Pelemahan rupiah mengikuti pergerakan mata uang Asia, yang mayoritas melemah seiring penguatan indeks dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (-0,56%), Peso Filipina (-0,24%), Dolar Singapura (-0,23%), Bath Thailand (-0,18%), Yen Jepang dan Ringgit Malaysia masing-masing (-0,11%), dan Dolar Hong Kong (-0,04%).
Tekanan terhadap rupiah disebabkan sentimen risk off yang masih membayangi pasar keuangan terutama di emerging market, karena investor lebih memilih mengamankan investasi
ke dolar AS.
Selain itu, sentimen negatif bagi rupiah juga datang dari data NPI kuartal I 2026 yang diumumkan Bank Indonesia (BI) hari ini. Dalam laporan terbaru, BI menyatakan NPI kuartal I 2026 mengalami defisit cukup besar, yakni US$9,1 miliar atau setara Rp161,088 triliun.
Defisit NPI tersebut, sangat mengejutkan karena jauh melebihi perkiraaan pasar, dan merupakan yang terburuk sejak pencatatan data NPI kuartalan yang tersedia di BI sejak 2004.
Hal itu, semakin menambah kekhawatiran investor khususnya asing, sehingga aksi risk off dari pasar keuangan domestik terus berlanjut dan membuat rupiah terpuruk.
Defisit NPI yang melebar memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia, di tengah keridakpastian geopolitik global, terutama konflik Timur Tengah.
Pelaku pasar memilih mengalihkan modal ke dolar AS yang lebih menguntungkan, sambil terus mencermati perkembangan terbaru dari kawasan Timur Tengah, terutama respons Iran terhadap proposal perdamaian, yang diajukan AS.
Untuk perdagangan pekan depan, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp17.650 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS. (jea)


