Rupiah Akhir Pekan Menguat Dipicu Pelemahan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/7/2026), dipicu pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.961 per dolar AS, menguat 0,18% atau 34 poin dibandingkan Rp17.995 pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026).

Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,25% atau 45 poin ke level Rp17.950 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.995 per dolar AS.

Sementara di pasar spot nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan hari ini dengan menguat 0,23% menjadi Rp17.953 per dolar AS, dan terus menguat hingga menyentuh level Rp17.959 per dolar AS.

Penguatan rupiah mengikuti pergerakan mata uang Asia yang mayoritas menguat imbas pelemahan indeks dolar AS ke level 100,82 pada sesi pagi perdagangan hari ini.

Indeks dolar AS yang perkasa hingga menembus level 100 dalam 4 bulan terakhir, mengalami koreksi seiring pengumuman data ketenagakerjaan per Juni 2026.

Pada Kamis (2/7/2026), US Bureau of Labor Statistics mengumumkan perekonomian AS menciptakan 57.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) pada Juni 2026, lebih rendah dari 110.000 lapangan kerja pada Mei 2026.

Data ketenagakerjaan AS terbaru ini, diprediksi menjadi penghalang bagi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter yang agresif, termasuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Melansir CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan Negeri Adidaya bertahan di 3,5-3,75% dalam rapat 29 Juli mencapai 82,4%. Lebih tinggi daripada 67,9% pada pekan lalu.

Hal itu, membuat investor kembali melirik pasar keuangan emerging market (negara berkembang), dan menarik investasi dari dolar AS, sehingga indeks dolar AS terhadap 6 uang terkuat dunia pun melemah.

Meski demikian, penguatan rupiah masih terbeban data ekonomi domestik yang menunjukkan pelemahan. Setelah inflasi melonjak, dan neraca perdagangan mengalami defisit, investor memperkirakan cadangan devisa Indonesia juga akan menyusut drastis.

Selain itu, investor tetap menerapkan sikap berhati-hati, karena masih menyoroti kebijakan fiskal pemerintah di tengah tekanan global yang telah membuat defisit APBN melebar.

Terkait dengan itu, pergerakan rupiah di perdagangan akhir pekan diprediksi fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran levvel Rp17.880 per dolar AS hingga Rp17.980 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Uji Level 5.900, Lebih dari 500 Saham Naik Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Dunia Melonjak ke Level US$4.100 per Troy Ounce Imbas Data Ketenagakerjaan AS

BRIEF.ID - Harga emas dunia melonjak ke level psikologis...

Bulan Juni 2026, Perekonomian AS Menambah 57.000 Lapangan Kerja

BRIEF.ID – Perekonomian Amerika Serikat (AS) menambah lapangan kerja...

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...