IHSG Menguat Uji Level 5.900, Lebih dari 500 Saham Naik Harga

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat dan menguji level 5.900 pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2026).

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 WIB, IHSG ditutup menguat 2,56% atau 141,45 poin ke level 5.886. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.899, dan level terendah di 5.805.

Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 1,07% atau 61,61 poin ke level  5.806. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,23% atau 6,97 poin ke posisi 572,46.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 508 saham naik harga, 128 saham turun harga, dan 139 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 11.613 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sebanyak 846.917 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,423 triliun.

Investor masih melancarkan aksi borong saham-saham potensial di berbagai sektor, terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Harga saham BBCA melesat 4,31% atau Rp250 menjadi Rp6.050 per lembar, sedangkan ASII melonjak 4,15% atau Rp190 menjadi Rp4.770 per lembar.

Saham sektor properti juga ramai diburu investor, terutama PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Sementara di sektor energi, saham PT Vale Indonesia Tbk aktif diborong hingga harganya melonjak 6,22% atau Rp270 menjadi Rp4.610 per lembar.

Penguatan IHSG dipicu arus modal masuk (capital outflow) ke BEI, dipicu pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS), seiring data ketenagakerjaan AS terbaru yang merosot.

Pada Kamis (2/7/2026), US Bureau of Labor Statistics mengumumkan, perekonomian AS menciptakan 57.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) per Juni 2026, lebih rendah dari 110.000 lapangan kerja per Mei 2026.

Data ketenagakerjaan AS terbaru ini, diprediksi menjadi penghalang bagi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter yang agresif, termasuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Melansir CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan Negeri Adidaya bertahan di 3,5-3,75% dalam rapat 29 Juli mencapai 82,4%. Lebih tinggi daripada 67,9% pada pekan lalu.

Hal itu, memicu investor kembali melirik pasar keuangan emerging market termasuk BEI, sehingga baik IHSG maupun rupiah bergerak di zona hijau.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan, dan menguji level psikologis 5.900. IHSG akan bergerak di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 5.920. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Akhir Pekan Menguat Dipicu Pelemahan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat pada perdagangan...

Harga Emas Dunia Melonjak ke Level US$4.100 per Troy Ounce Imbas Data Ketenagakerjaan AS

BRIEF.ID - Harga emas dunia melonjak ke level psikologis...

Bulan Juni 2026, Perekonomian AS Menambah 57.000 Lapangan Kerja

BRIEF.ID – Perekonomian Amerika Serikat (AS) menambah lapangan kerja...

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...