Presiden Trump Bekukan VOA dan Program Pro-Demokrasi

BRIEF.ID – Pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Sabtu (15/3/2025) mulai melakukan pemangkasan besar-besaran pada Voice of America (VOA) dan program pro-demokrasi yang dikelola pemerintah lainnya.  Semua karyawan VOA telah diberhentikan sementara.

VOA juga telah menghentikan kontraknya dengan Kantor Berita Associated Press (AP), Reuters, dan Agence France Presse (AFP) serta memerintahkan  para jurnalisnya  untuk berhenti menggunakan materi dari kantor berita tersebut.

Kari Lake, mantan penyiar yang menjadi politisi Republik yang dipilih  Presiden Donald Trump untuk menjalankan VOA, memperkirakan langkah tersebut akan menghemat $53 juta

Pada Jumat (14/3/2025) malam, tak lama setelah Kongres meloloskan RUU pendanaan terbarunya, Trump mengarahkan pemerintahannya untuk mengurangi fungsi beberapa lembaga ke minimum yang disyaratkan oleh hukum. Pengurangna itu termasuk Badan Media Global AS, yang menaungi Voice of America, Radio Free Europe and Asia, dan Radio Marti, yang menyiarkan berita berbahasa Spanyol ke Kuba.

Pada Sabtu (15/3/2025) pagi, Kari Lake, calon gubernur Arizona yang gagal dan kandidat Senat AS yang ditunjuk Trump sebagai penasihat senior untuk lembaga itu, memposting di X bahwa karyawan harus memeriksa email mereka.

Itu bertepatan dengan pemberitahuan yang dikeluarkan untuk menempatkan staf Voice of America pada cuti administratif berbayar.

“Untuk pertama kalinya dalam 83 tahun, Voice of America yang terkenal itu dibungkam,” kata Michael Abramowitz, direktur organisasi tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa “hampir” seluruh staf yang berjumlah 1.300 orang diberhentikan sementara.

“VOA mempromosikan kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia dengan menceritakan kisah Amerika dan dengan menyediakan berita dan informasi yang objektif dan berimbang, khususnya bagi mereka yang hidup di bawah tirani,” kata Abramowitz. (apnews.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Riset Terbaru ANZ dan Stanchart: Harga Emas Dunia Bakal Tembus US$5.000 di Semester I 2026

BRIEF.ID - Hasil riset terbaru dua lembaga keuangan internasional,...

Singapura Raih Peringkat ke-2 Negara Terkaya di Dunia Tahun 2025 Berdasarkan PDB per Kapita

BRIEF.ID - Singapura meraih peringkat ke-2 negara terkaya di...

Eropa Kerahkan Pasukan Militer ke Greenland Sikapi Tekanan AS

BRIEF.ID - Negara-negara Eropa mengerahkan pasukan militer ke Greenland...

WEF 2026 Davos, Momentum Emas Perkuat Citra Indonesia Sebagai Mitra Investasi Strategis

BRIEF.ID - World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos...