Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Dioptimalkan, 600 Personel & Operasi Bawah Laut Dikerahkan

BRIEF.ID – Pemerintah memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dengan menambah personel, armada udara, kapal, hingga tim penyelam untuk operasi bawah laut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan lebih dari 600 personel saat ini tengah dikerahkan dalam operasi SAR. Penambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat memperluas pencarian terhadap penumpang yang masih belum ditemukan.

“Hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR dari beberapa pihak, sehingga diharapkan operasi yang dilakukan akan semakin lebih baik dan lebih besar lagi,” tutur Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9).

Dudy mengemukakan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan korban kecelakaan kapal tersebut. Menurutnya, operasi pencarian dilakukan setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Di tengah proses pencarian, pemerintah juga menepis dugaan bahwa kecelakaan terjadi karena kapal kelebihan muatan. Dudy menyebut kapal berlayar dalam kondisi tidak overload berdasarkan informasi yang diterima pemerintah.

“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” kata Dudy.

Pernyataan mengenai kapasitas kapal itu masih menjadi bagian dari informasi awal pemerintah. Penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan sebelum Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi secara menyeluruh.

Selain menambah personel, pemerintah memperkuat armada yang digunakan untuk menyisir lokasi kecelakaan. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii mengatakan operasi pencarian kini melibatkan tambahan armada udara dan laut.

Untuk unsur udara, sebanyak lima pesawat tambahan dikerahkan dari Basarnas, Polri, TNI Angkatan Laut, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, sebanyak 17 kapal dilibatkan dalam operasi pencarian dari unsur laut.

Penguatan armada tersebut juga diarahkan untuk mendukung operasi bawah laut. Pemerintah menyiapkan sejumlah personel dengan kemampuan penyelaman untuk mencari kemungkinan korban maupun objek yang berkaitan dengan kecelakaan kapal. “Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” ujar Syafii.

Tim yang disiapkan untuk operasi bawah laut antara lain berasal dari Basarnas Special Group, Kopaska TNI AL, serta tim penyelam lainnya. Mereka akan bekerja dengan dukungan armada yang telah dikerahkan di lokasi pencarian.

Namun, pelaksanaan operasi bawah laut tetap bergantung pada kondisi di lapangan, khususnya faktor cuaca dan keselamatan penyelam. Basarnas menyatakan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum personel diterjunkan.

“Tentunya operasi ini bisa kita laksanakan dengan atas dasar safety, artinya mudah-mudahan cuaca bagus, sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi underwater,” tutup Syafii. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027, Pembebasan Lahan Sisa 30 Persen

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan...

XLSMART Bangun Kabel Laut 8.000 Km, Hubungkan Indonesia hingga Jepang

BRIEF.ID - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memperkuat...

Komisi V DPR Minta Kemenhub Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

BRIEF.ID - Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan...

Aceh Culinary Festival 2026 Catat Transaksi Rp1,5 Miliar

BRIEF.ID - Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 mencatat nilai...