Nilai Tukar Rupiah Ditutup Rp17.694 per Dolar AS, Lampaui Asumsi RAPBN 2027

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026), melampaui asumsi pemerintah di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

Pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan angka kunci Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam RAPBN 2027, di Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, di Jakarta.

Dalam KEM-PPKF RAPBN 2027, Prabowo menyampaikan, pemerintah menargetkan nilai tukar (kurs) rupiah berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

“Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kita targetkan berada pada rentang Rp16.800-Rp17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil, terhadap mata uang dunia,” kata Prabowo.

Namun pada perdagangan hari ini, kurs rupiah ditutup melampaui kisaran dalam angka kunci KEM-PPKF RAPBN 2027, yang disampaikan Presiden Prabowo.

Berdasarkan data transaksi antarbank, nilai tukar rupiah hari ini ditutup di level Rp17.694 per dolar AS pada perdagangan hari ini, yang berakhir sekitar pukul 16:00 WIB.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.700, seiring tekanan arus modal keluar (capital noutflow), khususnya di pasar surat utang negara (SUN) dan pasar saham Indonesia.

Capital outflow yang terjadi di pasar SUN dan pasar saham, dipicu kekhawatiran terkait kebijakan makroekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.

Investor menilai kebijakan makro ekonomi Indonesia terutama pengelolaan fiskal, tak jelas dan terarah, terutama terkait beban subsidi energi akibat kenaikan harga minyak dunia, dan sumber pendapatan negara yang masih mengandalkan utang luar negeri di saat rupiah melemah terhadap dolar AS.

Hal ini, membuat pasar keuangan Indonesia cenderung berada di zona merah, terlihat dari pelemahan rupiah, dan IHSG, begitu juga di pasar SUN terutama tenor 10 tahun yang imbal hasilnya (yield) meningkat.

Hal inilah yang mendorong Presiden Prabowo meminta kesempatan untuk menyampaikan angka kunci KEM-PPKF RAPBN 2027 di Rapat paripurna ke-19 DPR hari ini, untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk meyakinkan pelaku pasar terkait kondisi perekonomian Indonesia. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Sebut US$900 Miliar Kekayaan RI Hilang Akibat Kebocoran Ekspor

BRIEF.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan dugaan kebocoran...

Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit dan Batubara Lewat BUMN

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan kebijakan baru...

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.318, Terhimpit Kenaikan BI-Rate

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25% dan Perkuat SRBI untuk Tarik Modal Asing

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan...