BRIEF.ID – Bank Sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) kemungkinan melakukan intervensi di pasar valuta asing, pada Senin (11/5/2026) untuk mencegah pelemahan rupee lebih lanjut, demikian dilaporkan Reuters, seiring kenaikan harga minyak yang telah memunculkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi India.
Pasangan mata uang USDINR naik hampir 0,7% ke level 95,071 rupee pada Senin (11/5/2026), bertahan di dekat rekor tertinggi terbarunya.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengimbau warga dan pelaku usaha untuk menghemat bahan bakar, yang semakin menambah kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
India sangat bergantung pada impor minyak dan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar akibat kenaikan harga minyak mentah serta gangguan pasokan yang bersumber dari perang AS-Israel terhadap Iran.
RBI terlihat melakukan intervensi di pasar mata uang pada bulan April, menerapkan sejumlah pembatasan jangka pendek terhadap spekulasi untuk membantu menyelamatkan rupee dari level terendah sepanjang masa. Namun, mata uang India tersebut terus menunjukkan tren pelemahan sejak dimulainya konflik Timur Tengah. (Investing.com/nov)


