Militer AS Klaim Serang 1.000 Target di Iran

BRIEF.ID – Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang sekitar 1.000 target di Iran.

Pada 28 Februari 2026, AS bersama Israel melancarkan operasi militer di Iran, yang dinamai Operation Epic Fury/Lion’s Roar, yang mencakup serangan udara dan misil ke sejumlah target militer dan infrastruktur Iran di berbagai wilayah, termasuk Teheran.

Organisasi Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka di berbagai provinsi akibat serangan gabungan AS-Israel.

Selain warga sipil Iran, tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya luka serius dalam operasi yang berlanjut hingga awal Maret 2026.

Komando Pusat AS mengatakan pada Minggu (1/3/2026) sore bahwa mereka telah menyerang lebih dari 1.000 target di Iran dalam dua hari operasi, termasuk kapal, kapal selam, situs rudal, jalur komunikasi, dan pusat komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam.

Tiga anggota militer AS tewas dalam pertempuran dan lima luka parah, kata komando tersebut. Korban militer AS  pertama yang dilaporkan dalam operasi gabungan dengan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Israel mengatakan pada Minggu (1/3/2026) bahwa telah meluncurkan gelombang serangan lain, dan Iran melakukan serangan terhadap Israel dan di seluruh Teluk Persia.

Meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan  telah “setuju untuk berbicara” dengan kepemimpinan baru di Iran, Gedung Putih mengecilkan prospek jalan keluar diplomatik dalam waktu dekat. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Anjlok ke Level 7.500 Imbas Penilaian Terbaru S&P Global dan MSCI

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat Seiring Dolar AS dan Harga Minyak Dunia Turun

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat seiring penurunan...

Harga Emas Antam Turun Tipis, Investor Wait and See Perundingan Damai AS-Iran

BRIEF.Id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Indonesia Daily Brief (April 16, 2026)

TOP NEWS Reuters — Foreign ministry said Indonesia is cautiously...