BREIF.ID – Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) tampil dominan dan keluar sebagai pemenang dalam sesi Sprint Race MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Sabtu (12/9/2026). Pembalap Spanyol itu sukses mempertahankan kepemimpinan balapan sejak lampu start padam hingga menyentuh garis finis (lights-to-flag), sekaligus memangkas jarak poin dalam perburuan gelar juara dunia.
Mengawali balapan dari barisan depan, Marquez langsung melesat dan merebut holeshot di Tikungan 1. Tekanan ketat sempat datang dari pembalap tuan rumah, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), yang terus membuntutinya dan berupaya memangkas jarak hingga selisih setengah detik jelang lap akhir.
Namun, Marquez merespons ancaman tersebut dengan mencatatkan rekor lap balapan baru pada dua lap terakhir. Kecepatan impresif itu membuatnya melepaskan diri dari kejaran Bezzecchi hingga memastikan kemenangan secara sempurna di Misano.
“Kemenangan ini terasa sangat berharga. Kami mampu menjaga ritme dengan baik sejak awal balapan dan merespons tekanan di saat yang tepat,” ungkap Marquez setelah balapan.
Hasil balapan ini memaksa Marco Bezzecchi puas finis di posisi kedua, disusul rekan setimnya sekaligus pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia Racing), di podium ketiga.
Posisi empat dan lima masing-masing diamankan oleh Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team dan Alex Marquez dari BK8 Gresini Racing. Sementara itu, Pedro Acosta, Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, serta Luca Marini melengkapi daftar pembalap yang berhak mengamankan poin di zona sembilan besar.
Nasib kurang beruntung justru dialami oleh beberapa pembalap unggulan. Juara dunia dua kali Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) harus mengakhiri sesi Sprint tanpa poin setelah hanya mampu finis di posisi ke-13. Sementara itu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) gagal menyentuh garis finis akibat mengalami kecelakaan pada Lap 3.
Sengitnya persaingan di GP San Marino menjadi gambaran panasnya perburuan gelar juara dunia musim ini.
Usai pertarungan di Misano, keseruan balap motor kasta tertinggi ini akan berlanjut ke Indonesia. Masyarakat dapat menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, sekaligus memberikan dukungan penuh bagi dua pembalap muda kebanggaan tanah air, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, yang berlaga di pentas dunia. (etm)



