BRIEF.ID – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat marketing sales sebesar Rp2,4 triliun pada Kuartal I – 2026 atau 26% dari target tahun fiscal 2026), turun 23% YoY, terutama akibat melemahnya permintaan hunian dan dampak musiman Lebaran.
Riset Phintraco Sekuritas pada Rabu (15/4/2026), menyebutkan secara produk, penjualan masih didominasi landed residential (98%), dengan houses & land lots berkontribusi 88% (-25% YoY), sementara shophouses tumbuh 14% YoY dengan kontribusi 10%, dan segmen high-rise masih lemah.
Secara geografis, Greater Jakarta menjadi kontributor utama (64%, +2% YoY), diikuti Greater Surabaya (14%, -56% YoY), dan Sulawesi menunjukkan pertumbuhan kuat (+25% YoY) dengan kontribusi 9%.
Dari sisi harga, permintaan didominasi segmen menengah hingga menengah-atas, khususnya unit dengan harga Rp2–5 miliar (55%) dan Rp1-2 miliar (27%), mencerminkan daya beli yang masih selektif.
Berdasarkan metode pembayaran, KPR tetap dominan (72%), diikuti cash (19%) dan instalment (9%), menunjukkan pasar masih didorong oleh end-user.
CTRA tetap aktif meluncurkan proyek baru dan mengoptimalkan insentif PPN DTP, dengan kontribusi Rp1,3 triliun dari program tersebut serta Rp0,8 triliun dari peluncuran klaster baru, mendukung penyerapan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Saat ini, saham CTRA diperdagangkan pada PBV 0.59x dan PER 6.30x lebih rendah dari PBV dan PER sub sektor properties & real estate 1.23x dan 19.97x. (nov)


