BRIEF.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 48,9 juta liter air bersih untuk membantu lebih dari 1,75 juta jiwa menghadapi kekeringan selama musim kemarau 2026.
Selain memenuhi kebutuhan air masyarakat, pemerintah juga mengklaim telah berhasil menyelamatkan 141.440 hektare lahan sawah dari ancaman gagal tanam dan gagal panen.
Namun, hingga 24 September 2026 pukul 18.00 WIB, penanganan darurat kekeringan masih berlangsung di 588 lokasi dari total 3.288 lokasi yang menjadi sasaran intervensi pemerintah.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw mengatakan bahwa penanganan darurat kekeringan telah dilakukan sejak Juli 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
“Kementerian Pekerjaan Umum memastikan air sampai ke rumah dan sawah warga di tengah kemarau terberat beberapa tahun terakhir. Penanganan darurat kekeringan sejak Juli sampai dengan 24 September 2026 pukul 18.00 WIB berjalan di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia,” tutur Arnold dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Dari total lokasi tersebut, sebanyak 2.533 titik berada di kawasan permukiman, 358 titik menyasar lahan persawahan, dan 377 titik berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian PU mencatat, sebanyak 2.700 lokasi atau sekitar 82,1% dari total sasaran telah diselesaikan. Sementara itu, 588 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Data itu menunjukkan bahwa penanganan kekeringan belum sepenuhnya tuntas, meskipun pemerintah mengklaim telah melakukan intervensi secara masif.
Di sektor kebutuhan air bersih, pemerintah mengandalkan distribusi menggunakan mobil tangki dan pembangunan hidran umum untuk menjangkau masyarakat terdampak. Total air yang telah disalurkan mencapai 48,9 juta liter dengan penerima manfaat lebih dari 1,75 juta jiwa.
Selain distribusi air secara darurat, pihak Kementerian PU juga membangun sumur bor serta membantu penyediaan sarana tangki air bagi pemerintah daerah dan perusahaan daerah air minum (PDAM).
Langkah itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan air bersih di daerah terdampak. Meski demikian, efektivitas pembangunan infrastruktur tersebut dalam mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air darurat masih perlu dilihat dari keberlanjutan pasokan dan jangkauan layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, pada sektor pertanian, Kementerian PU mengklaim berhasil menyelamatkan 141.440 hektare lahan sawah dari ancaman kekeringan. Intervensi dilakukan melalui pemompaan air sungai, normalisasi saluran irigasi, hingga pengaturan distribusi air ke lahan pertanian.
Pemompaan air sungai dilakukan di 133 lokasi untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi persawahan. Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran irigasi dan membangun saluran darurat di 42 lokasi. Adapun di 183 lokasi lainnya, penanganan dilakukan melalui manajemen pembagian air, termasuk penerapan sistem giliran atau rotasi pengairan.
Skema tersebut diterapkan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak petak sawah di tengah keterbatasan sumber air. Kementerian PU juga mendorong penerapan teknologi irigasi hemat air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air pertanian.
Upaya ini dinilai penting mengingat kebutuhan air untuk pertanian harus bersaing dengan kebutuhan domestik masyarakat selama musim kemarau. Meski demikian, klaim penyelamatan 141.440 hektare sawah perlu diukur lebih lanjut berdasarkan realisasi produksi pertanian dan kondisi tanaman hingga masa panen.
Pasalnya, keberhasilan intervensi irigasi tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang mendapat pasokan air, tetapi juga keberlanjutan ketersediaan air hingga akhir musim tanam.
Arnold mengatakan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan air bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
“Di tengah ancaman kemarau panjang, tantangan pemerintah bukan hanya memastikan air tersedia lewat penanganan darurat, tapi juga memperkuat infrastruktur dan sistem pengelolaan air agar masyarakat serta petani tidak terus bergantung pada bantuan saat kekeringan melanda,” tutupnya. (ayb)


