BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona hijau setelah sempat melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (30/9/2026), dengan lebih dari 400 saham naik harga.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau menguat tipis 0,15% atau 9,18 poin ke level 6.130. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,06% atau 3,65 poin ke posisi 6.118.
Selama sesi I perdagangan berlangsung dan berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak variatif namun berakhir di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 6.187, dan level terendah di 6.108.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 409 saham naik harga, 236 saham turun harga, dan 143 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 19,570 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.116.581 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,357 triliun.
Penguatan IHSG ditopang oleh aksi borong terhadap saham-saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Top 3 Himbara, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di zona hijau.
Harga saham BMRI melonjak 0,50% atau Rp20 menjadi Rp4.050 per lembar, BBNI menguat 0,29% atau Rp10 menjadi Rp3.450 per lembar, dan BBRI naik 0,32% atau Rp10 menjadi Rp3.180 per lembar.
Penguatan IHSG juga ditopang tertahannya arus modal keluar atau capital outflow asing dari emerging market termasuk Indonesia, seiring melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Yield US Treasury tenor 1 tahun terpangkas 4,5 bps ke 6,79%, disusul tenor 2 tahun (-0,5 bps) ke 6,87%, tenor 3 tahun (-0,4 bps) ke 6,95%, tenor 5 tahun (-1,7 bps) ke 7,11%, begitu juga tenor acuan 10 tahun turun 0,9 bps ke 7,2%.
Meski IHSG berada di zona hijau, pergerakannya rawan aksi profit taking (ambil untung) dipicu kekhawatiran terkait data indikator ekonomi Indoensia, yakni inflasi dan neraca perdagangan, yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 September 2026.
Terkait dengan itu, IHSG hari ini diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level support 6.100 hingga level resistance 6.200. (Jea)


