Kebakaran Belum Padam, Bara Api Gede Pangrango Masih Tersembunyi di Bawah Serasah

BRIEF.ID – Kebakaran hutan yang terjadi di sekitar Kawah Wadon, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), belum sepenuhnya berakhir.

Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan meskipun upaya penanganan terus dilakukan tim gabungan, bara api masih ditemukan tersembunyi di bawah tumpukan serasah tebal.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tim pemadam tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman titik api yang terlihat di permukaan.

“Saat ini petugas masih harus melakukan pendinginan dan penyisiran atau mop-up untuk memastikan bara yang berada di bawah permukaan benar-benar mati,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (12/8).

Berdasarkan pemantauan petugas Balai Besar TNGGP sejak Senin (10/8/2026), masih ditemukan kepulan asap yang keluar dari dalam tumpukan serasah di lokasi kebakaran.

Menurutnya, serasah yang tebal dan cukup dalam menjadi salah satu persoalan utama. Bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kemudian kembali memunculkan api ketika kondisi mendukung.

“Fenomena itu dikenal sebagai ground fire, yakni kebakaran yang berlangsung di bawah permukaan material organik seperti serasah dan dapat sulit dideteksi maupun dipadamkan secara tuntas,” katanya.

Dia juga menjelaskan berdasarkan laporan dari pihak relawan pada Selasa (11/8/2026) menyebut adanya titik api yang kembali terlihat di kawasan terdampak.

Merespon hal tersebut, Sadtata menyebut bahwa Balai Besar TNGGP kemudian bergerak cepat dengan mengirimkan personel bersama enam relawan menuju lokasi melalui jalur pendakian Cibodas.

“Tim berangkat sekitar pukul 06.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan langsung,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan menemukan dua titik kepulan asap aktif di bibir Kawah Wadon. Kedua titik tersebut kemudian menjadi sasaran pemadaman dan penyisiran lanjutan.

Dia menjelaskan temuan itu menunjukkan bahwa penanganan kebakaran belum dapat dinyatakan selesai meski kobaran api terbuka sudah berhasil dikendalikan di sejumlah lokasi.

“Tantangan terbesar justru berada di titik-titik bara yang tidak selalu terlihat dari permukaan,” tuturnya.

Sadtata mengatakan proses pemadaman dan pendinginan di Kawah Wadon tersebut kini menghadapi kondisi alam yang cukup kompleks.

Selain serasah yang tebal dan dalam, petugas harus bekerja di medan dengan kontur curam dan sulit dijangkau. Lokasi kebakaran juga berada cukup jauh dari sumber air sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan dan strategi khusus.

“Kondisi tersebut menyebabkan dinamika di lapangan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, strategi pemantauan dan pemadaman terus disesuaikan secara dinamis dengan mengutamakan prinsip keselamatan seluruh personel pemadam,” katanya.

Menurutnya, kondisi medan telah membuat proses mop-up menjadi pekerjaan penting. Petugas harus memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi berkembang kembali menjadi titik api.

Risiko tersebut semakin perlu diwaspadai karena kebakaran di kawasan hutan pegunungan tidak selalu bergerak dengan pola yang mudah terlihat. Api dapat bertahan di dalam material organik, kemudian kembali muncul ketika kondisi lingkungan mendukung.

Untuk mencegah kebakaran makin meluas, BBTNGGP memperkuat koordinasi dengan sejumlah unsur yang berada di lapangan.

Tim gabungan melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), relawan atau volunteer, masyarakat setempat, serta petugas lintas instansi dan seluruh unsur ditempatkan dalam kondisi siaga di posko pemantauan maupun sejumlah titik yang dinilai rawan.

“Langkah ini menjadi penting mengingat luas area terdampak telah mencapai 5,8 hektare. Pemantauan tidak hanya diarahkan pada lokasi yang masih mengeluarkan asap, tetapi juga kawasan di sekitarnya untuk memastikan api tidak merambat,” ujarnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rafale Indonesia Tampil Perdana, Siap Hiasi Langit Istana di HUT ke-81 RI

BRIEF.ID - Langit Istana Merdeka akan menjadi salah satu...

Harga Emas Mendekati US$ 4.400 per Troy Ons

BRIEF.ID – Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu...

Usai 10 Tahun Bersama, Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah

BRIEF.ID - Bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, resmi...

IHSG Rebound, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Keputusan MSCI

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...