Israel Serang Ladang Gas Alam South Pars Iran

BRIEF.ID –Israel untuk kedua kalinya menyerang ladang gas alam South Pars Iran dan kompleks petrokimia terkait –  jalur energi vital Iran yang membantu menjaga pasokan listrik bagi warga sipil dan menyediakan sumber pendapatan ekspor utama.

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan pada Senin (6/4/2026) bahwa Israel menyerang pabrik petrokimia utama di Asaluyeh, bagian industri darat dari ladang gas  yang terletak di bawah Teluk Persia.

Katz mengatakan “serangan dahsyat” itu menghantam apa yang disebutnya “fasilitas petrokimia terbesar di Iran … yang bertanggung jawab atas sekitar 50% produksi petrokimia negara itu.” Dikombinasikan dengan serangan sebelumnya, dua fasilitas yang bertanggung jawab atas 85% ekspor petrokimia Iran telah dinonaktifkan, katanya.

Israel Katz, Menhan Israel

Serangan  South Pars cukup provokatif bagi Iran sehingga serangan Israel sebelumnya pada 18 Maret 2026 mendorong Iran untuk menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Timur Tengah lainnya sebagai tanggapan, sebuah eskalasi perang yang mengirimkan gelombang kejutan baru ke seluruh kawasan dan sekitarnya.

Setelah serangan bulan Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Israel tidak akan menyerang South Pars lagi, tetapi memperingatkan di media sosial bahwa jika Iran terus menyerang infrastruktur energi utama di Qatar, Amerika Serikat akan membalas dan “meledakkan seluruh” ladang gas tersebut secara besar-besaran.

Ladang gas South Pars adalah sumber energi domestik terbesar Iran di negara yang terkadang kesulitan menghasilkan listrik yang cukup. Ladang gas di bawah Teluk Persia—yang terbesar di dunia—dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar. Di sisi Iran, ladang ini disebut South Pars, sedangkan di sisi Qatar disebut North Field.

Iran sangat bergantung pada gas untuk menghasilkan listrik dan memanaskan rumah. Menurut Center on Global Energy Policy di Universitas Columbia, Iran adalah konsumen gas alam terbesar keempat di dunia, setelah AS, Tiongkok, dan Rusia, meskipun ekonominya jauh lebih kecil. Berbeda dengan negara-negara Timur Tengah lainnya, Iran menggunakan gas untuk pemanasan karena iklimnya yang dingin, dan sebagian besar penggunaan tersebut disubsidi, yang menghambat penggunaan yang efisien. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bintang Sepak Bola AS, Christian Pulisic Patah Kaki

BRIEF.ID –  Kekalahan Timnas Amerika Serikat (AS) 1-4 dari...

Tingkatkan Kapasitas Produksi, Pertamina Lubricant Perkuat Rantai Pasok Pelumas

BRIEF.ID – PT Pertamina Lubricants (PTPL) memperkuat rantai pasok...

Tim Favorit Tersingkir, Saatnya Menentukan Dukungan Baru di Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah kisah menarik...

Prediksi Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis Diunggulkan, Maroko Siap Patahkan Prediksi

BRIEF.ID - Menjelang bergulirnya babak perempat final Piala Dunia...