BRIEF.ID – Pemerintah Iran, mulai Sabtu (24/4/2026) kembali mengoperasikan penerbangan komersial dari bandara internasional Teheran untuk pertama kalinya, sejak konflik dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa penerbangan lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Istanbul, Turki; Ibu Kota Oman, Muscat; dan Kota Madinah di Arab Saudi. Iran membuka kembali Sebagian wilayah udaranya awal April 2026 di tengah gencatan senjata dengan AS, yang menghentikan pertempuran antara kedua negara.
Pembukaan bandara terjadi setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu dua kali dengan para pemimpin militer dan politik tertinggi Pakistan sejak tiba di Islamabad pada Jumat (24/4/2026) malam, kata para pejabat.
Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, delegasi Iran akan mengadakan pembicaraan dengan pimpinan senior Pakistan karena para utusan AS diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Islamabad, pada Sabtu (25/4/2026). Para pejabat belum menyebutkan kapan Steve Witkoff dan Jared Kushner akan tiba.
Pakistan berupaya membawa AS dan Iran kembali ke meja perundingan
setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan batas waktu gencatan senjata dengan Iran dan menghormati permintaan Islamabad untuk waktu lebih banyak bagi upaya diplomatik.
Gedung Putih mengatakan bahwa Trump akan mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Tetapi tak lama setelah Araghchi tiba di Islamabad, kementeriannya mengatakan bahwa pembicaraan apapun akan bersifat tidak langsung, dengan pesan yang disampaikan antara kedua pihak oleh para pejabat Pakistan.
Araghchi dan dua utusan Trump mengadakan pembicaraan tidak langsung selama berjam-jam di Jenewa pada 27 Februari 2026 mengenai program nuklir Teheran, tetapi pergi tanpa kesepakatan. Keesokan harinya, Israel dan Amerika Serikat memulai perang melawan Iran. (Associated Press/nov)


