BRIEF.ID – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada awal pekan ini atau Senin (12/1/2026) diperkirakan belum akan diwarnai kejutan seiring situasi global yang terus memanas, khususnya di Iran.
Laporan Phintraco Sekuritas yang dirilis Senin (12/1/2026) menyebutkan, saat ini investor terus mencermati perkembangan geopolitik dan aksi korporasi emiten. Investor juga akan menelaah data ekonomi domestik, seperti data retail sales, yang akan dirilis hari ini.
Disebutkan, secara teknikal indikator Stochastic RSI Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membentuk Death Cross di area overbought. Histogram MACD masih di area positif, namun momentumnya mulai melemah.
“Diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860 – 9.000 pada pekan ini, selama tidak ditutup di atas level 9.000. Saham-saham yang diunggulkan CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR,” demikian disebutkan dalam laporan itu.
Sementara itu, indeks di Wall Street New York, Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/1/2026), mendorong indeks ditutup menguat selama pekan lalu.
Ada tiga indeks utama mencapai level tertinggi baru, dipicu data tenaga kerja yang lebih rendah dari estimasi yang menambah ekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed, pada tahun ini.
Data nonfarm payrolls sebesar 50 ribu di Desember 2025, lebih rendah dari perkiraan 73 ribu. Namun tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,5%.
Meskipun data tenaga kerja AS melambat, terdapat indikasi ekonomi AS masih cukup kuat dan berpotensi segera membaik. Pada pekan ini, investor akan mencermati data indikator ekonomi AS, seperti inflasi.
Beberapa bank besar di AS dijadwalkan akan merilis laporan keuangan Kuartal IV-2025 pada pekan ini, yang menandakan dimulainya earning season Kuartal IV-2025 di Wall Street. (nov)


