Indeks Wall Street Ditutup Melemah, Aksi Jual Obligasi Marak

BRIEF.ID – Indeks harga saham di Bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah akibat minimnya terobosan dalam mewujudkan perdamaian antara Washington dan Iran. Selain itu, terjadi gelombang aksi jual obligasi global dan saham-saham teknologi merosot sehari sebelum pengumuman pendapatan kuartalan Nvidia.

Indeks acuan S&P 500 ditutup 0,6% lebih rendah pada 7.355,45 poin, setelah mengalami penurunan hingga 0,9%. Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,8% menjadi 25.870,71 poin, mengurangi penurunan hingga 1,5%. Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,7% menjadi 49.364,31 poin, mengurangi penurunan hingga 0,9%.

“Aktivitas ambil untung sedang berlangsung  karena kekhawatiran investor tentang inflasi terus meningkat. Aksi jual obligasi global terus menekan pasar saham. Perusahaan-perusahaan cloud berada di bawah tekanan setelah Google dan Blackstone mengumumkan usaha patungan untuk menciptakan pusat data menggunakan Google TPU. Saham-saham memori, penyimpanan, dan semikonduktor kembali pulih setelah penurunan,” kata Michael O’Rourke, kepala strategi pasar di Jones Trading, dikutip dari  Investing.com, Rabu (20/5/2026).

Konflik Timur Tengah

Perkembangan tentang konflik di Timur Tengah terus menarik perhatian, setelah Presiden AS Donald Trump  mengatakan  telah membatalkan serangan baru terhadap Iran, menyusul permintaan dari tiga pemimpin Teluk.

Trump mengklaim dalam sebuah unggahan media sosial bahwa “negosiasi serius sedang berlangsung,” seraya menambahkan bahwa, “menurut pendapat” otoritas Teluk, “Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya.”

Ia mengatakan perjanjian itu akan mencakup “TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!” — meskipun ia mengisyaratkan  telah memerintahkan militer AS untuk tetap siap melancarkan “serangan skala besar dan penuh terhadap Iran, kapan saja” jika kesepakatan tidak tercapai.

Pada Selasa (19/5/2026), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia “hanya satu jam lagi” dari menyerang Iran pada hari Senin. “Itu akan terjadi sekarang juga,” kata presiden.

“Saya telah membuat keputusan. Jadi mereka menelepon, mereka telah mendengar bahwa saya telah membuat keputusan, mereka berkata ‘Tuan, bisakah Anda memberi beberapa hari lagi karena kami pikir mereka bersikap wajar,'” kata Trump, merujuk pada para pemimpin Teluk yang telah meminta dia untuk menunda serangannya.

Trump mengatakan akan memberi waktu kepada Iran “dua atau tiga hari” untuk datang ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan perdamaian. “Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan. Jangka waktu yang terbatas,” tambah Trump.

Media pemerintah Iran, pada  Selasa (19/5/2026) melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan proposal perdamaian kepada AS, yang akan menghentikan permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon, dan menuntut ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh konflik tersebut.

Rencana Teheran juga menyerukan agar pasukan AS meninggalkan daerah-daerah yang dekat dengan Iran, serta pencabutan sanksi, pencairan dana, dan pengakhiran blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, lapor kantor berita IRNA.

Mengutip sumber-sumber di Pakistan, Reuters melaporkan bahwa Islamabad telah membagikan proposal Iran kepada AS. Pakistan  sering menjadi perantara antara kedua belah pihak sejak awal konflik pada akhir Februari. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Diprediksi Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Investor Menantikan Pidato Presiden Prabowo di DPR

BRIEF.ID – Kalangan investor kini menantikan momentum Presiden Prabowo...

Prabowonomics Vs Neoliberal: Menjawab Kritik The Economist

BRIEF.ID – Dalam dua tulisan terbarunya, majalah The Economist...

Hari Ini, Prabowo Berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berpidato pada Rapat...