Indeks Wall Street Ditutup Melemah

BRIEF.ID – Indeks Bursa Wall Street ditutup lebih rendah setelah kehilangan momentum akibat tingginya harapan pada  terwujudnya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harapan itu  semakin memudar  setelah Iran mengirim pesan  beragam dan adanya laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasi militer untuk memandu kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.

Tepat sebelum penutupan pasar, media pemerintah Iran melaporkan bahwa AS telah menyerang kapal tanker minyak Iran sehingga  semakin menekan sentimen pasar.

Indeks acuan S&P 500 turun 0,4% menjadi 7.335,66 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,1% menjadi 25.806,20 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,6% menjadi 49.596,60 poin.

“Pasar saham baru-baru ini mencerna beberapa kenaikan yang cukup signifikan. Dampak perdagangan perang semakin mereda,” kata Kepala Strategi Investasi  Janney Montgomery Scott, Mark Luschini dikutip dari Investing.com, Jumat (8/5/2026).

Disebutkan, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar dan saham-saham terkait teknologi kembali menguat. Sentimen pengambilan risiko secara umum masih dominan, tetapi kondisi jenuh beli dapat meredam kenaikan dalam waktu dekat.

Washington dan Teheran dilaporkan telah bekerja sama dengan mediator untuk menyusun kerangka kerja satu halaman untuk memulai kembali pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Perundingan itu  diperkirakan akan dimulai pekan depan di Pakistan, demikian dilaporkan Wall Street Journal.

Sebelumnya, harga minyak  turun di bawah US$ 100 per barel di tengah situasi yang tidak menentu saat ini. Awal pekan ini, AS menghentikan sementara upaya yang disebut “Proyek Kebebasan” untuk membantu kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.

CNN juga melaporkan bahwa Iran telah menetapkan protokol baru untuk kapal tanker yang ingin melintasi Selat Hormuz, di mana kapal-kapal yang akan melintas wajib  mengisi dokumen berjudul “Deklarasi Informasi Kapal.”  (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI Perkirakan Inflasi Global Capai 4%, Kebijakan Moneter Makin Ketat

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) memperkirakan lonjakan inflasi global...

IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.300, Investor Respons Positif BI-Rate Ditahan di Level 5,75%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Menkeu Suahasil Sebut Arus Modal Asing Kembali Masuk ke Indonesia, Bidik SBN dan SRBI

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mengatakan arus...

Polri Targetkan Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Data Terintegrasi Lintas Kementerian

BRIEF.ID - Polri menargetkan layanan pencetakan Surat Keterangan Catatan...