BRIEF.ID – Militer Amerika Serikat (AS) pada Kamis (7/5/2026) menyatakan telah merespons untuk membela diri terhadap serangan Iran pada tiga kapal perang AS yang melintas Selat Hormuz.
Kabar penyerangan ini muncul setelah media pemerintah Teheran mengatakan sedang meninjau proposal baru untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dengan Washington.
Harapan untuk segera mengakhiri konflik Timur Tengah mengalami pukulan sepanjang hari setelah pesan yang beragam dari Iran dan laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasi untuk memandu kapal komersial yang melalui Selat Hormuz. Jalur air vital ini telah ditutup secara efektif sejak dimulainya pertempuran pada akhir Februari, yang menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Komando Pusat AS mengatakan telah mencegat “serangan Iran yang tidak beralasan” terhadap tiga kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS yaitu USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason. Serangan itu mencakup rudal, drone, dan kapal kecil Iran, meskipun CENTCOM mengatakan tidak ada aset AS yang terkena serangan.
Sebelum pembaruan CENTCOM, Fox News melaporkan bahwa militer AS telah melakukan serangan terhadap pelabuhan Qeshm Iran dan kota Bandar Abbas di dalam dan dekat Selat Hormuz, demikian dilaporkan Fox News, mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS.
CENTCOM mengatakan telah “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone; lokasi komando dan kendali; dan simpul intelijen, pengawasan, dan pengintaian.”
“CENTCOM tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika,” ujar pejabat senior AS. (nov)


