BRIEF.ID – Bursa Wall Street di New York, Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Rabu (27/5/2026) menguat setelah mengalami pergerakan di kedua sisi garis datar sepanjang sesi.
Kenaikan di sektor-sektor yang berfokus pada konsumen diimbangi penurunan saham energi dan keuangan. Investor juga mempertimbangkan ketidakpastian berkelanjutan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri perang di Iran.
Indeks acuan S&P 500 ditutup menguat pada 7.520,45 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham-saham teknologi bertambah 0,1% menjadi 26.674,74 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 0,4% menjadi 50.644,41 poin. Ketiga indeks itu mencatat penutupan rekor baru.
“Setelah kenaikan signifikan, dengan S&P 500 naik sekitar 18% dan sektor teknologi naik 38% dari titik terendah 30 Maret, tidak mengherankan jika pasar berhenti sejenak untuk mencerna kenaikan tersebut,” kata Keith Lerner, kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist dikutip dari Investing.com, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan, di balik permukaan, cerita yang lebih menarik adalah rotasi, karena harga minyak yang lebih rendah membantu beberapa sektor yang tertinggal, seperti barang konsumsi non-esensial dan kebutuhan pokok, untuk mengejar ketertinggalan.
“Jika dilihat secara keseluruhan, gambaran besarnya tidak berubah, trennya masih naik, tetapi setelah pergerakan yang begitu tajam, kita akan mengharapkan jalur yang lebih bergelombang dari sini,” ujarnya.
Lerner mengatakan, saat ini investor telah melewati musim laporan keuangan, yang menjadi pendorong utama kenaikan pasar, dan fokus bergeser kepada katalis berikutnya. (nov)


