IHSG Terhempas dari Level 7.000, Lebih dari 600 Saham Turun Harga

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas dari level psikologis 7.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (30/4/2026). Tercatat lebih dari 600 saham emiten (perusahaan tercatat) mengalami penurunan harga, hingga membebani IHSG.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat tipis  0,03% atau 2,03 poin ke level  7.103. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,07% atau 0,50 poin ke posisi 683,64.

Tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke zona merah dan terus tertekan hingga sesi I perdagangan saham berakhir. IHSG tercatat anjlok 2,46% atau 174,67 poin di level 6.926.

Selama 3 jam perdagangan saham berlangsung, dan berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak di zona merah, sempat menyentuh level tertinggi di 7.109, dan level terendah 6.923.

Data perdagangan BEI menunjukkan, sebanyak 618 saham turun harga, 95 saham naik harga, dan 98 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan tercatat mencapai 23,469 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.554.668 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,278 triliun.

Tekanan terhadap IHSG dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia, dan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan.

Pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026), harga minyak dunia  melambung 1,2%. Adapun harga minyak mentah jenis Brent naik mendekati level US$120 per barel.

Sementara The Fed mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) di kisaran level 3,5% hingga 3,75%, pada Rabu (29/4/2026) malam waktu setempat atau Kamis (30/4/2026) dinihari WIB.

Sentimen negatif juga dipengaruhi arus modal keluar atau capital outflow dari pasar saham, yang terus dilancarkan investor asing. Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar, mengalami tekanan jual cukup besar.

Salah satunya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang  terlempar dari level Rp6.000. Hingga penutupan sesi I perdagangan, harga BBCA terpantau anjlok 2,52% atau Rp150 menjadi Rp5.825 per lembar.

Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mengalami tekanan jual hingga turun lebih dari 4%.

Harga BRPT terpantau turun sebesar 4,87% atau Rp95 menjadi Rp1.855 per saham, sedangkan BREN terkoreksi 5,71% atau Rp270 menjadi Rp4.460 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi asih tertekan di zona merah, dengan bergerak di kisaran level support 6.900 hingga level resistance 7.150. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BRI Cetak Laba Bersih Rp15,5 Triliun di Kuartal I 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan

BRIEF.ID - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencetak...

Rupiah Anjlok Sentuh Level Rp17.384 per Dolar AS, Terendah Sepanjang Masa

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah anjlok menyentuh level...

Pemerintah Akselerasi Hunian Layak Masyarakat Berpenghasilan Rendah

BRIEF.ID – Pemerintah mengakselerasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat...

Harga Emas Makin Loyo Imbas Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga

BRIEF.ID - Harga emas batangan atau logam mulia makin...