BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/8/2026) ditutup menguat di level 6.373,85 atau menguat 1,69% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Investor kini mencermati dua katalis utama, yakni rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pengumuman Index Review MSCI Agustus 2026.
Penguatan ini membawa IHSG kembali berada di atas sejumlah indikator teknikal penting.
Kalangan analis menilai IHSG berpeluang menguji level 6.400 dalam perdagangan berikutnya. Sebelumnya, IHSG berhasil mempertahankan area support 6.250–6.270, sehingga peluang rebound masih terbuka.
Di pasar valuta asing, Rupiah masih menghadapi tekanan. Pada penutupan Rabu (12/8/2026), Rupiah berada di sekitar Rp17.877 per Dolar AS. Pergerakan Rupiah turut dipengaruhi sentimen global dan penantian investor terhadap data inflasi AS.
Sementara itu, data inflasi AS menjadi salah satu penentu arah pasar global. Investor akan mencermati apakah inflasi menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang dapat memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.
MSCI Jadi Katalis
Selain inflasi AS, investor domestik juga menunggu hasil Index Review MSCI yang diumumkan 12 Agustus 2026. Hasil perubahan indeks ini dapat memengaruhi arus dana asing dan pergerakan saham-saham yang menjadi konstituen indeks MSCI.
Untuk Indonesia, pasar sebelumnya mendapat sinyal bahwa tidak akan ada inklusi baru saham Indonesia dalam review kali ini. Karena itu, investor akan mencermati perubahan bobot maupun keputusan lain yang dapat memengaruhi saham-saham unggulan. (nov)


