BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat,m dan menguji level psikologis 6.500 pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9/2026).
Meski sempat dibuka menguat, IHSG diprediksi rawan aksi ambil untung (profit taking) seiring sentimen kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis point (Bps) menjadi 3,75%-4,00%.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,28% atau 18,18 poin ke level 6.455. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,46% atau 2,97 poin ke posisi 649,93.
IHSG terus melanjutkan penguatan hingga menyentuh level 6.500, namun kemudian berbalik arah hingga sempat tertekan ke zona merah.
Hingga pukul 11:15 waktu JATS, IHSG terpantau berada di zona hijau, dengan menguat 0,34% atau 22,89 poin ke level 6.458. Sepanjang 2 jam 15 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.500, dan level terendah di 6.418.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 338 saham naik harga, 272 saham turun harga, dan 176 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 15,221 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 980.192 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,003 triliun.
IHSG bergerak menguat meskipun ada sentimen kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 Bps, karena investor sudah lebih dulu melakukan priced-in (penyesuaian harga).
Terkait dengan itu, IHSG diprediksi rawan aksi profit taking (ambil untung) mengingat kecenderungan investor mengalihkan modal ke instrumen berbasis dolar AS.
Seiring pengumuman kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps ke level 3,75%-4,00%, indeks dolar AS melonjak 0,65% ke level 100,27.
Sementara obligasi pemerintah AS atau US Tresury tenor dua tahun naik 6 bps, sedangkan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 5,01%.
Tekanan terhadap pergerakan IHSG juga datang dari harga minyak dunia yang masih berada di atas level US$100 per barel. Pada hari ini, harga minyak dunia jenis Brent terpantau berada di level US$105,88 per barel, sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di kisaran US$102,2 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 6.400 hingga level resistance 6.500. (Jea)


