IHSG Melonjak Tembus Level 6.000 Dipicu Penilaian S&P Global

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak hingga menembus level 6.000 pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2026).

Lonjakan IHSG dipicu penilaian S&P Global Ratings, yang mempertahankan peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pandek.

Tak hanya itu, lembaga pemeringkat global tersebut juga menetapkan outlook Indonesia untuk peringkat utang jangka panjang tetap stabil.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif, namun melesat tinggi menjelang penutupan perdagangan saham hari ini.

Pada akhir perdagangan hari ini, sekitar pukul 16:00 waktu JATS, IHSG ditutup menguat 1,92% atau 113,48% di level 6.037. Sebelumnya, IHSG dibuka menguat 0,17% atau 10,36 poin di level 5.934.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.037, dan level terendaah di 5.898.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 377 saham naik harga, 250 saham turun harga, dan 167 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan hari ini mencapai 26,348 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebesar 2.702.439 kali, dengan nilai transaksi sebesar Rp12,157 triliun.

Penguatan IHSG dipicu lonjakan harga 4 saham bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Harga saham BMRI melesat 4,17% atau Rp170 menjadi Rp4.250 per lembar, BBNI melonjak 3,22% atau Rp110 menjadi Rp3.530 per lembar, BBRI menguat 2,87% atau Rp80 menjadi Rp2.870 per lembar, dan BBCA naik 0,81% atau Rp50 menjadi Rp6.225 per lembar.

Saham 4 bank besar ramai diborong investor seiring rilis S&P Global Ratings terkait peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia yang dipertahankan di level BBB dengan outlook stabil.

Penilaian lembaga pemeringkat global tersebut memberi angin segar bagi pasar modal Indonesia, dan meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali masuk dan mengoleksi saham-saham potensial.

Tak hanya itu, review S&P Global juga mampu meredam sentimen negatif dari konflik Timur Tengah, yang kembali memanas, seiring aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

S&P Global Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di Level BBB

BRIEF.ID - S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang atau...

Polri Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie ke Kejaksaan Agung Demi Efektivitas Penanganan Perkara

BRIEF.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjelaskan alasan...

Komisi Kejaksaan Bentuk Tim Khusus Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

BRIEF.ID – Komisi Kejaksaan (Komjak) memastikan akan mengawasi secara...

IHSG Bertahan di Level 5.900 di Tengah Goncangan Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...