BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terpuruk ke level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas harga minyak dunia melonjak hingga 3% pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah melemah 0,14% atau 25 poin ke level Rp18.090 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp18.065 per dolar AS.
Hingga pukul 11:30 WIB, nilai tukar rupiah terus tertekan, dan terpantau berada di level Rp18.140 per dolar AS, melemah 75 poin dibandingkan posisi sebelumnya Rp18.065 per dolar AS.
Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan hari ini dibuka melemah 0,11% ke level Rp11.075 per dolar AS. Pelemahan rupiah di pasar spot terus berlanjut hingga menyentuh leve; Rp18.100.
Terkoreksinya rupiah dipicu lonjakan harga minyak dunia, imbas konflik Timur Tengah yang kembali memanas, setelah AS dan Iran saling serang.
Harga minyak mentah jenis Brent berjangka melesat 3,08% atau US$2,34 menjadi US$78,35 per barel. Sementara harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,09% atau US$2,21 dolar ke level US$73,62 per barel.
Lonjakan harga minyak dunia memicu kenaikan indeks dolar AS, yang berimbas menekan mata uang utama dunia, termasuk mata uang Asia, seperti Won Korea Selatan, Yen Jepang, Dolar Singapura, Baht Thailand, Peso Filipina, Ringit Malaysia, Yuan Tiongkok, dan Dolar Hong Kong.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi melanjutkan tren melemah dengan bergerak di kisaran level Rp18.100 per dolar AS hingga Rp18.150 per dolar AS. (Jea)


