BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz masih terbuka untuk lalu lintas kapal komersial, meskipun ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat. Pernyataan itu disampaikan untuk meredakan kekhawatiran pasar global mengenai gangguan terhadap salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
“Selat Hormuz masih terbuka. Kapal-kapal komersial terus melintas, dan kami akan memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga,” kata Trump dalam wawancara dengan program NBC “Meet the Press,” Minggu (12/7/2026).
Trump mengatakan arus pelayaran melalui Selat Hormuz masih berlangsung dan kapal-kapal komersial tetap dapat melintas. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Iran yang menyatakan telah menutup selat tersebut di tengah eskalasi konflik.
Menurut pemerintah AS, jalur pelayaran masih dapat digunakan dan militer Amerika siap memastikan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui perairan ini, sehingga setiap ancaman terhadap akses pelayaran berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengganggu perdagangan global.
Pernyataan Trump diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Namun, situasi di kawasan masih dinilai sangat dinamis karena ketegangan militer dan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran belum mereda. (nov)


