Minim Sentimen, IHSG Diperkirakan Masih Bergerak Sideways

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) disepanjang pekan ini diperkirakan masih bergerak sideways seiring kehati-hatian investor dan minim sentimen.

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Senin (13/7/2026) menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.800. Saham-saham yang diunggulkan adalah ADRO, ADMR, BRMS, INCO, ARCI, dan SRTG.

“Diperkirakan IHSG masih bergerak sideways pada kisaran level 5800-6000 pada pekan ini,” demikian riset Phintraco Sekuritas.

Pasar juga masih menantikan publikasi review peringkat kredit Indonesia oleh S&P yang diperkirakan akan dirilis, pada 24 Juli 2026.

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/6/2026). Penguatan dikontribusikan oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi. 

Saham produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, ditutup menguat setelah menyelesaikan IPO senilai US$26.5 miliar di Nasdaq yang memecahkan rekor tertinggi untuk IPO perusahaan di luar AS, mengindikasikan minat investor yang kembali meningkat terhadap listing saham perusahaan teknologi besar.

Harga minyak mentah menguat secara mingguan seiring memanasnya  konflik AS-Iran, pada pekan lalu, yang diikuti koreksi pada harga emas akibat kekhawatiran meningkatnya kembali laju inflasi.

Investor masih akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran terkait potensi gangguan pasokan minyak global dari kawasan Timur Tengah. Selain itu fokus perhatian investor juga akan tertuju pada earning season Kuartal II-2026 yang akan dimulai pada pekan ini dari beberapa bank besar.

Ketua The Fed Kevin Warsh akan memberikan testimoni di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS,  pada Selasa (14/7/2026) dan Komite Perbankan Senat, Rabu (15/7/2026). 

Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini di antaranya CPI, Michigan Consumer Sentiment, penjualan ritel dan data perumahan. Sedangkan dari Tiongkok dijadwalkan akan dirilis sejumlah data ekonomi, seperti Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II-2026, neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, dan harga rumah.

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp10 triliun, Selasa (14/7/2026).

Dana hasil lelang  akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2026. Bank Indonesia (BI) akan merilis Statistik Utang Luar Negeri Mei 2026, Senin (13/7/2026) untuk memberikan gambaran perkembangan utang pemerintah dan swasta serta ketahanan eksternal Indonesia.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tibet, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terdampak

BRIEF.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak memantau...

Kekeringan Meluas di Jawa Tengah, Mobil Tangki dan Hidran Disiapkan untuk Layani 184 Ribu Warga

BRIEF.ID - Kekeringan yang meluas di Jawa Tengah mulai...

Danantara Dikabarkan Tanam Modal US$1 Miliar di Manajer Investasi Swiss, Bidik Kredit Swasta Global

BRIEF.ID - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara...

IHSG Hari Ini Ditutup Melesat ke Level 6.500, Saham BMRI Naik 1,20%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...