BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat ke level 6.600 seiring aksi borong yang dilancarkan investor terhadap saham-saham unggulan pada perdagangan Kamis (3/9/2026)
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG melesat 1,03% atau 67,78 poin ke level 6.663. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,56% atau 37,05 poin ke posisi 6.632 pada awal sesi I perdagangan.
Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 6.669, dan level terendah di 6.614.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 423 saham naik harga, 209 turun harga, dan 159 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 23,559 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.453.251 kali, dan nilai transaksis sebesar Rp9,958 triliun.
Penguatan IHSG ditopang sentimen positif penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar AS, seiring sinyal konflik Timur Tengah tak akan berkepanjangan.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan ketegangan antara AS dan Iran, yang terjadi beberapa hari terakhir, tidak akan berlangsung lama.
Pernyataan Trump tersebut, membuat harga minyak dunia, dan indeks dolar AS melemah. Harga minyak dunia terkoreksi 0,46% menjadi US$95,19 per barel. Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia melemah tipis 0,08% ke level 99,597.
Sementara dari dalam negeri, investor menyambut kinerja positif emiten (perusahaan tercatat), yang membukukan laba bersih pada semester I 2026, dan aksi korporasi untuk pengembangan bisnis.
Salah satu emiten yang sahamnya terus diburu investor beberapa hari terakhir, yaitu PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Per semester I 2026, Semen Indonesia membukukan laba bersih Rp228,25 miliar, melesat 470,95% dari Rp39,98 miliar pada periode sama tahun lalu.
Selain itu, Semen Indonesia juga berencana melakukan penggabungan usaha (merger) terhadap 7 anak usahanya, ke dalam PT Semen Indonesia Distributor (SID). Rencana tersebut merupakan bagian dari penataan struktur usaha perseroan agar lebih sehat.
Kinerja positif dan aksi korporasi tersebut, membuat saham SMGR terus diburu investor. Pada perdagangan hari ini, harga SMGR naik 8,33% atau Rp140 menjadi Rp1.820 per lembar.
Selain SMGR, investor terutama asing juga terus memborong saham bank BUMN yang tercatat di BEI, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi terus menguat dengan bergerak di kisaran level support 6.600 hingga level resistance 6.700. (Jea)


