BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguji level 7.000 pada perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026), kala investor mencermati data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,46% atau 32,12 poin ke level 6.988. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 0,33% atau 2,22 poin ke posisi 671,56.
Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau masih menguat, ditutup naik 0,17% atau 11,71 poin di level 6.968.
Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG bergerak di zona hijau, dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.069, dan level terendah di 6.953.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 340 saham naik harga, 320 saham turun harga, dan 157 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I tercatat mencapai 44,930 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.573.012 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp14,891 triliun.
Meski bergerak di zona hijau, penguatan IHSG makin terkikis, seiring investor mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini.
BPS melaporkan inflasi April 2026 melonjak jadi 2,42% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Komponen inti, mulai dari nasi dan lauk, hingga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar.
Sementara Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mengalami surplus sebesar US$3,32 miliar. Itu berarti neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas, karena arus modal keluar (capital outflow) masih terjadi. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran level support 6.950, hingga level resistance 7.050. (jea)


