IHSG Jatuh ke Zona Merah Terseret Konflik Timur Tengah dan Data Cadangan Devisa

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026), terseret konflik Timur Tengah, dan data cadangan devisa April 2026.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,12% atau 8,64 poin ke level 7.182. Tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke zona merah.

Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau melemah tipis 0,08% arau 5,85 poin ke level 7.168. Sepanjang 3 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.186, dan level terendah 7.116.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 398 saham turun harga, 245 saham naik harga, dan 168 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan pada sesi I perdagangan hari ini mencapai 23,360 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.424.551 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,794 triliun.

Pergerakan IHSG yang cenderung melemah dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah, yang kembali memanas. Militer Iran menembak tiga kapal AS, yang sedang berlayar di Selat Hormuz, dan dibalas AS dengan menyerang fasilitas militer Iran.

Aksi saling serang itu, menodai kesepakatan gencatan senjata antara AS-Iran, sekaligus memupuskan harapan tercapainya kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.

Harga minyak pun melonjak di atas level US$100 per barel. Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Juni 2026 melonjak 1,96% ke level US$120,34 per barel.

Kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak membuat pasar keuangan global kembali mengalami kontraksi, termasuh bursa saham regional Asia pada perdagangan hari ini.

Selain itu, rilis data cadangan devisa yang diumumkan Bank Indonesia (BI) hari ini, juga turut menekan IHSG. BI menyatakan cadangan devisa Indonesia per April 2026 tercatat sebesar US$146,2 miliar, turun sebesar US$2 miliar dari posisi Maret 2026.

IHSG tak tergerus dalam karena ditopang aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Harga TLKM naik 2,39% atau Rp70 menjadi Rp3.000 per lembar, lalu BBCA melesat 2,41% atau Rp150 menjadi Rp6.375 per saham, dan ASII menguat 1,28% atau Rp75 menjadi Rp5.925 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas, di kisaran level support 7.100  hingga level resistance 7.200. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cadangan Devisa April 2026 tergerus US$2 Miliar, BI:Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Meningkat

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa April...

Rupiah Melemah Nyaris Sentuh Level Rp17.400, Investor Cermati Posisi Cadangan Devisa Indonesia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga nyaris...

Harga Emas Antam Turun Tipis Imbas AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Kuartal I-2026, Laba Bersih PTBA Rp 802 Miliar

BRIEF.ID – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan...