IHSG Jatuh ke Level 5.600, Sinyal Pasar Modal Indonesia Alami Krisis Kepercayaan Serius

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke level psikologis 5.600 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026).

Pelemahan IHSG dipicu aksi lepas saham di seluruh sektor, yang dilakukan investor, terutama terhadap saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar atau big caps.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,36% atau 21,5 poin ke level 5.919. Sedangkan indeks 45 saham unggulan atau LQ45 terkoreksi 0,24% atau 1,44 poin ke level 587,55.

Pelemahan IHSG terus berlanjut, dengan lebih dari 700 saham dari 804 saham emiten (perusahaan tercatat) di BEI mengalami penurunan harga. Pada pukul 10:00 waktu JATS, IHSG terpangkas 4,14% ke level 5.644.

Hingga pukul 11:00 waktu JATS, IHSG terpantau melemah 3,99% atau 237,77 poin ke level 5.702. Sepanjang 2 jam perdagangan, IHSG terpantau sempat menyentuh level tertinggi di 5.924, dan level terendah di 5.644.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 700 saham turun harga, 48 saham naik harga, dan 57 saham tidak mengalami perubahan harga agtau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 19,770 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.165.044 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,878 triliun.

Pelemahan IHSG yang terpuruk hingga menyentuh level psikologis 5.600 pada perdagnagan hari ini, dinilai menjadi sinyal Pasar Modal Indonesia sedang mengalami krisis kepercayaan serius terutama dari investor asing.

Hal itu, terlihat dari arus modal keluar atau capital outflow yang terus berlanjut, baik di pasar saham maupun pasar surat utang negara (SUN).

Kejatuhan IHSG juga diperparah oleh sentimen pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 pada sesi pagi perdagangan hari ini.

Langkah stabilisasi rupiah, yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun Bank Indonesia (BI) di berbagai pasar, tak mampu meyakinkan investor, meskipun fundamental ekonomi Indonesia diklaim pemerintah dalam kondisi baik.

Konflik Timur Tengah yang kembali memanas seiring aksi saling serang, yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Iran, telah menimbulkan gejolak di pasar keuangan global.

Meski demikian, pelemahan IHSG yang dalam semakin diperparah sentimen domestik, terutama keraguan investor terhadap kebijakan fiskal pemerintah, yang dinilai cenderung populis di tengah ketidakpastin global.

Selain itu, rumor seputar dokumen Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menurunkan peringkat investasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frongtier Market, juga menjadi sorotan investor.

Foto dokumen MSCI yang beredar di media sosial dan viral, menimbulkan pertanyaan investor tentang peringkat investasi Indonesia, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari MSCI.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi masih terus melemah, bergerak di kisaran level support 5.640 hingga level resistance 5.940. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Saham Asia Turun Setelah Reli Chip Mereda

BRIEF.ID – Indeks harga saham di berbagai bursa Asia...

KPK Tahan Wamen Impas Silmy Karim

BRIEF.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Menteri...

Rupiah Anjlok Tembus Level Rp18.000 per Dolar AS, Cetak Rekor Baru Terendah Sepanjang Masa

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah anjok hingga menembus...

Setelah Terpuruk, Kapan IHSG Bangkit? 

BRIEF.ID – Pada  beberapa pekan terakhir, kita menyaksikan drama...