BRIEF.ID – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal marak seiring meningkatnya optimisme investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji level 7.350-7.400
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance, pivot 7.300, dan support 7.200. Saham-saham yang diunggulkan, di antaranya BBCA, BBRI, BMRI, DSNG, dan PTRO.
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7350-7400,” demikian disebutkan dalam riset yang diterbitkan, Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 7.302,12 atau naik 2,75% pada perdagangan Rabu (25/3/2026), setelah sempat dibuka melemah. Faktor positif berasal dari penguatan indeks bursa Asia dan koreksi harga minyak mentah, setelah diberitakan AS berupaya menurunkan ketegangan konflik dengan Iran.
Dilaporkan AS telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Iran, melalui Pakistan, yang di antaranya meliputi pembatasan ketat program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun tidak jelas apakah proposal tersebut telah sampai di kalangan pejabat Iran dan apakah Israel akan mendukung rencana AS.
Secara teknikal IHSG, terjadi penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold. IHSG juga ditutup di atas MA5 disertai kenaikan volume beli.
Dilaporkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp80 triliun.
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harian sebagai langkah efisiensi, berpotensi menghemat sekitar Rp40 triliun. Namun hal ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk keputusan final.
Hingga saat ini Pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak mentah dunia, yaitu antara lain dengan strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan PNBP dari sektor komoditas.
Pemerintah juga mengkaji strategi penghematan dan konsumsi energi dengan opsi penerapan WFH dan pembatasan belanja kementerian. (nov)


